Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murahini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Maret 2019

Novel Terbaru Saya Tidak Manis Part I

0

Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik " Part I -- Novel Inspirasi "Aku Tidak Cantik" Part I, Novel Motivasi "Aku Tidak Cantik" Part I, Novel Cinta "Aku Tidak Cantik" Part I, Novel Anak Sekolah Menengan Atas "Aku Tidak Cantik" Part I.

Hello Teman-teman, kali ini saya ingin menyebarkan sebuah kisah menarik yang terangkum dalam Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik" Part I. Novel ini terdiri dari 4 part, yaitu part I, part II, part II, dan part IV. Untuk kali ini akan di bahas Novel Part I.

Novel ini merupakan novel ide atau novel motivasi untuk cewek-cewek Sekolah Menengan Atas yang merasa minder sebab tidak cantik, maka bacalah Novel ini biar kalian mempunyai ide atau motivasi biar tidak minder lagi dikala bertemu dan berkumpul dengan cewek lain yang lebih cantik. Ayo kita baca selengkapnya Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik" Part I berikut ini.

 kali ini saya ingin menyebarkan sebuah kisah menarik yang terangkum dalam Novel Terbaru Aku Tidak Cantik Part I

Aku tidak cantik. Tubuhku tidak tinggi, tapi juga tidak mungil. Badanku tidak langsing, tidak juga chubby menggemaskan. Rambutku tidak lurus, tapi juga tidak keriting gantung. Aku ialah gadis biasa-biasa saja, bahkan mungkin di bawah rata-rata dari segi penampilan.

Kata ibu, bagus itu dari hati. Tapi buktinya kakakku, Kak Abhi, selalu tertarik melihat wajah model bagus dan bertubuh seksi. Kata program motivasi di televisi yang terpenting ialah akhlak, tapi mengapa semua produk kecantikan mengedepankan pada aspek jasmani? Sama saja di sekolah. Kata ibu guru BK dan bapak guru agama, inner beauty lebih penting. Tapi pemilihan Puteri Sekolah selalu dimenangkan oleh mereka yang cantik. Walaupun sering bolos sekolah. Buktinya lagi, semua anak pemuda di sekolah kenalnya sama cewek-cewek cantik, walaupun mereka tidak pernah disapa balik. Sementara yang ibarat aku? Biarpun sudah sering ku hadiahi senyum ramah santun dan pemberian kecil yang dibutuhkan, tetap saja saya angin lalu.

Sampai kelas X kemarin saya sih tidak sadar fenomena ini. Tapi lambat laun, apalagi kini di kelas XI semuanya jadi semakin jelas. Satu per satu sobat sekelasku mulai berpacaran. Teman sebangkuku, sobat di depannya, sobat di belakangku dan di sampingnya, sobat di seberangku. Bahkan sobat didepanku kabarnya sedang PDKT sama pemuda Sekolah Menengan Atas tetangga. Sementara aku? Jangankan jadian, dekat dalam arti PDKT saja tidak ada yang tertarik.

Setiap kali pelajaran eksak akhir-akhir ini, saya jadi sering melamun. Ketika mengerjakan soal-soal dimensi tiga, bukannya membandingkan mana yang lebih jauh jarak antara titik B ke garis GH pada kubus ABCDEFGH dengan jarak titik T dengan garis AC pada limas TABC, saya sibuk membandingkan sejelek apa saya dibandingkan dengan teman-temanku. Hufth.

Tidak usah jauh-jauh, sebut saja Anita yang duduk di sebelahku. Baru kelas XI sudah empat kali ganti pacar. Tinggi, putih dan kulitnya halus sekali. Aku yang anak wanita saja suka melihatnya apalagi bawah umur laki-laki. Mantan pacarnya malahan ada yang anak gubernur kami. Dari sekolah berbeda, sekolah elit di sentra kota. Tapi ya namanya juga Anita cantik, dapat saja kenal. Kecantikan Cinderella saja dapat hingga ke pandangan Pangeran Kerajaan bukan? Ya, sama begitulah kira-kira. Dibandingkan Anita, pertama saya sudah kalah tinggi. Dia 165, sementara saya 160. Lima centimeter lagi sih. Usiaku 16 tahun lebih empat bulan. Masih dapat tidak ya saya tumbuh tinggi? Tapi biarpun sudah mencapai 165, kulitku juga bermasalah. Kusam.

Apa saya sebaiknya suntik vitamin C ibarat Riana? Riana ialah sobat duduk Dhea yang duduk di belakangku. Kulit orisinil Riana tampaknya agak gelap, saya juga tidak yakin bagaimana. Tapi beliau dongeng padaku bila beliau rutin sunti vitamin C, enam bulan sekali semenjak beliau kelas X. Cling cling. Sekarang beliau sudah seputih artis Korea. Dia juga suka pakai make up minimalis ala-ala artis Negeri Ginseng. Penampilannya memang fresh banget. Cantik, ibarat anak kuliahan.

Kalau Dhea biasa saja. Tapi manis. Manis sekali. Dia keturunan keraton, kulitnya langsat, perawakannya anggun dan rambutnya hitam mengkilat. Alami dan berkelas. Tutur bahasanya santun. Ahh, sulit menggambarkan pesonanya. Kalau Anita, Riana dan Dhea berjalan bersama, rasanya ibarat ada efek-efek angin yang bikin mereka semakin tepat saja. Haha.

Aku kadang makan bareng di kantin sama mereka. Tapi tidak selalu. Aku lebih sering bersama bawah umur dingklik depan: Ica dan Kiana. Ica ialah temanku semenjak kecil, sementara Kiana ialah sobat les biola Ica dikala SMP. Kaprikornus kami suka bersama dan kami juga ikut ekstra yang sama yaitu basket. Ah basket ya. Ini juga nih yang bikin kulit saya kusam. Latihannya outdoor siang bolong. Apalagi bila sudah mau tanding. Tapi saya suka basket. Apalagi Icha dan Kiana juga ikutan. Tidak hanya mereka, ada satu lagi sobat sepermainan kami bertiga. Namanya Odie. Odie bukan anak kelasku. Dia pemuda terkenal banget di sekolah. Aku sama Odie tetangga dan sudah main dari kecil banget. Kaprikornus kita hingga kini akrab. Dia juga masuk tim basket pemuda dan beliau suka ngelatih kami di tim basket cewek. Tiap pulang ekstra kami berempat suka nongkrong bareng di dagang bakso depan sekolah. Masih bau-bau keringat gitu. Suka kalap makan bakso. Haha.😃

Hmm ya itu hingga tiga bulan kemudian sih. Soalnya belakang layar Ica ternyata lagi PDKT sama abang kelas XII dan alhasil jadian. Sebagaimana musim di sekolahan, bila jadian niscaya deh berangkat dan pulang sekolahnya bareng. Ya gitu juga Ica sama si Kakak. Kadang Ica malah mangkir basket soalnya pacarnya mau ada bimbingan belajar. Terus kita mulai ngumpul bertiga doang. Belum habis sakit hati pasca ditinggal Ica, eh ya Kiana pacaran sama adik kelas. Pas dengar itu rasanya kayak disengat listriknya Pikachu, 1000 volt. Merasa dikhianatin dobel. Bukan apa-apa, tapi saya kira kita akrab. Tapi mereka jadian tanpa curhat-curhat dulu sebelumnya.

Hmm. Tapi duduk kasus utamanya sih. Aku. Aku kenapa tidak punya pacar? Aku kenapa tidak ada yang PDKT-in? Ica juga kan kulitnya gelap, rambutnya juga hasil smoothing. Kiana juga tidak langsing, tidak seksi. Tapi kok?

Setelah saya pikir-pikir, Ica memang tidak putih tapi bentuk badannya bagus sekali. Kalau lagi pakai dress ketat beliau udah kayak Olla Ramlan yang artis itu. Body goal nya orang-orang. Hmm. Kiana? Ya Kiana memang tidak seksi kayak Ica, tapi beliau imut banget. Setelah dilihat-lihat beliau kayak personil Cherry Bell. Pantes aja adik kelas yang naksir.

Aku? Aku? Hufth. Tarik napas, hembuskan.

Apa ada anak di sekolah ini yang tidak semenarik aku?

Saat ini tinggal Odie yang dapat nemenin tiap pulang ekstra. Tapi Odie ganteng gitu, gimana bila beliau dideketin Kesha? Kan katanya Kesha gres putus sama Jordan. Kesha dan Jordan itu awalnya icon couple angkatan kelas XI. Ceweknya model, cowoknya tajir. Kalau hangout niscaya ke kawasan kekinian. Foto couplenya hits selalu. Panutan kita semua. Tapi ada rumor bila Jordan menduakan sama anak sekolah lain. Katanya model juga. Katanya lebih bagus dari Kesha. Kemarin sempat sih stalkingin instagram Jordan cuma belum nemu mana sih yang dibilang gosipers sekolah.

Ah saya rasanya mau gila. Cari pacar sulit, mertahaninnya lebih sulit lagi. Sudah secantik Kesha saja ditinggalkan, apa kabar saya yang kayak butiran jas jus?

Dari jauh samar saya lihat bayangan Odie.

Lagi sama Kesha.

Nah kan, nah kan. Apa saya bilang. Tidak mungkin Kesha betah jomblo.

Odie ialah pilihan yang paling masuk nalar buat gantiin Jordan.

Tuh kan, Odie pun kini akan punya pacar…

Novel Terbaru Saya Tidak Bagus Part Ii

0

Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik" Part II" -- Novel Motivasi "Aku Tidak Cantik" Part II, Novel Inspirasi "Aku Tidak Cantik" Part II, Novel Cinta "Aku Tidak Cantik" Part II, Novel Anak Sekolah Menengan Atas "Aku Tidak Cantik" Part II.

Hello Teman semua, kali ini saya ingin membuatkan sebuah kisah menarik yang terangkum dalam Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik" Part II. Novel ini merupakan lanjutan dari Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik" Part I. Langsung saja kita simak lanjutan novelnya berikut ini.

 kali ini saya ingin membuatkan sebuah kisah menarik yang terangkum dalam  Novel Terbaru Aku Tidak Cantik Part II

“Rachel!”

Sebuah bunyi mengejutkan lamunanku. Ternyata saya lagi ngaduk-ngadukin soda gembira. Ternyata saya lagi nongkrong di dagang bakso depan sekolah. Ternyata saya gres selesai ekstra basket. Ternyata saya lagi sama Odie. Haha. Gara-gara pikiran gilaku, waktu berasa lewat-lewat gitu aja. Perasaan tadi lagi di kelas matematika, kapan saya selesai sekolah? Kapan saya main basket? Kok saya sudah pakai seragam latihan?

Apa saya time traveler?

“Chel? Kenapa sih termangu aja?” Odie memandangku heran. Eh ia nanya ya? Bengong? Aku lho mikir.

“Aku berpikir, Die.” Jawabku.

“Ada PR susah?” tanyanya lagi.

Eh iya, ada PR tidak ya? Kan waktuku tadi kayak ke-skip gitu aja. Haha.

“Gak tau, Die, “ jawabku lagi.

Aku menyeruput sodaku. Dan kemudian terpekik. Ah ya kok lupa. Kesha mana ya?

“Kesha mana, Die?” tanyaku akhirnya. Odie menatapku heran.

“Kamu sakit, Chel?” ia meletakkan tangannya didahiku. “Panas sih, tapi kayaknya pengaruh olahraga barusan. Kamu kecapekan ya? Mau pulang aja kita?” lanjutnya. Ada nada khawatir pada ucapannya.
Apa sih Odie? Sakit apaan?

Aku geleng-geleng. Bi Santhi membawakan dua mangkuk bakso ke meja kami. Mana mungkin saya pulang.

“Aku gga papa, Odie. Cuma tadi saya lihat kau sama Kesha lagi ngomong serius.”

Odie menatapku dan mangkuk baksonya bergantian. Mungkin resah mana yang lebih penting, menanggapiku atau makan baksonya dulu mumpung masih anget.

“Makan dulu yuk agar kau gak salah fokus gitu.” Katanya akhirnya. Oke pesonaku fix kalah sama bakso.

Sambil menyantap baksonya, Odie mulai menjawab pertanyaanku.

“Kesha kan gga ikut basket, daritadi juga gga ada ketemu ia selain di kelas. Kan ia anak kelasku. Terus gga ada ngomong apa sih. Aku kan kelompok belajarnya bareng Jordan, ya maleslah Kesha deket-deket kita sehabis mereka putus.” Katanya.

Eh? Terus yang tadi saya lihat?

“Eh tapi tadi saya lihat lho, Die…” paksaku lagi.

Eh apa iya ya?

Tadi saya lihat mereka pakai baju formal, kayak mau ke prom. Kesha elok banget, pakai heels pakai dress, rambutnya di gerai ikal panjang dan ada highlight nya.

Oke fix saya mengkhayal kayaknya. Kapan coba ada prom.

Hadehh.

Odie menatapku tajam. Aku mulai salah tingkah. Dia niscaya menangkap ada yang absurd dari ucapanku. Jangan-jangan ia mikir saya mabuk.

“Bi Santhi soda gembiranya Rachel dipakein alkohol ya? Kok ia ngelantur sih!” ia bertanya dengan bunyi keras ke bibi penjual bakso. Bikin oran-orang yang lagi pada makan noleh. Bi Santhi mendongak dari balik rombongnya.

“Apaan sih Mas Odie, mana ada yang begitu di kawasan Bibi.” Katanya tertawa. Odie juga balas tertawa. Tapi habis itu ia melihatku tajam lagi.

“Kamu kenapa? Mulai suka mengkhayal?” tanyanya.

“Iya kayaknya. Aku hingga gga sadar jikalau saya disini. Tadi perasaan lagi kerjain soal matematika di kelas.” jawabku sambil menusuk bakso terakhir.

Odie menyeruput es susu cokelatnya sambil mengerutkan alis.

“Kamu kehilangan Ica sama Nadya banget ya?” tanyanya pelan.

Aku diam.

Tapi rasanya mau nangis.

Iya kehilangan. Tapi selain itu, saya …

Iri.

Kenapa kau tidak dapat ibarat mereka?

“Bi Santhi! Bakso dua lagi ya!” tiba-tiba Odie membuyarkan lamunanku. Eh? Apa ia bilang? Bakso lagi? Lah gimana saya dapat langsing kayak Ica jikalau si Odie ngejejalin sama makanan mulu.

“Gak, Die. Aku udah.” Kataku. Tapi kedengarannya tidak ikhlas. Soalnya bekerjsama saya masih mau. Cuma saya takut berat tubuh naik.

“Yah udah terlanjur dibuatin tuh, Chel.” kata Odie sambil nyengir. Ya udah alasannya terpaksa apa boleh buatlah.

Lama kami sama-sama membisu dan memainkan sedotan di gelas masing-masing.

“Die, jikalau nanti kau punya pacar, saya sama siapa dong?” kataku ketika bakso mangkuk kedua karenanya terhidang di meja.

“Ah?” tanyanya.

“Ya, sama pacarmu lah.” Jawabnya akhirnya.

Tuh kan. Odie juga bakalan pergi.

“Hmm. Kayaknya gga ada yang tertarik sama aku.” Kataku. Oke kedengarannya kok ngenes sekali ya?

Odie yang lagi mau masukin sepotong besar bakso jadi diem sebentar dengan pose menganganya.

“Itu yang jadi pikiranmu hingga gga sadar ngapai aja seharian ini?” tanyanya kemudian.

Aku mengangguk. Dan menunduk. Mainin kuah bakso.

“Chel, chel. Harus banget ya punya pacar?” tanyanya.

Aku kemudian mengalihkan pandanganku dari bakso dan menatapnya. Kok Odie makin ganteng ya jikalau lagi keringetan. “Takut aja. Kalau gga pernah ada yang suka sama saya gimana?”

“Kok takut?” tanyanya lagi.

“Ya jelaslah. Aku gga elok kayak Anita, gga putih kayak Riana, gga manis kayak Dhea. Gga juga seksi kayak Icha atau imut kayak Kiana. Apalagi sosialita kayak Kesha. Gimana dapat punya pacar?” tiba-tiba semuanya tertumpah.

Dan saya malu.

Kok kedengarannya saya iri hati banget ya?

Odie menggelengkan kepalanya.

“Kalau kau mikir gini, iya kau jelek. Jelek banget. Pakai banding-bandingin diri sendiri sama orang lain. Kamu jadikan kelebihan orang lain sebagai hal yang gga ada di diri kamu. Bukannya fokus sama kelebihanmu.” Katanya. ia bahkan berhenti makan.

Aku takut memandangnya.

Nada suaranya tidak bersahabat. Seharusnya saya tidak dongeng sama Odie.

Lama kami sama-sama diam. Dengan ekor mataku, saya lihat Odie menarik gelasnya. Aku tidak berani menatapnya.

“Rachel, kau selalu ceria. Selalu ramah. Selalu baik sama siapa aja. Kamu rajin dan gigih. Kamu pintar. Kamu elok apa adanya. Kenapa harus iri dengan apa yang dimiliki orang lain?” ia karenanya bersuara. Mungkin sehabis minum es susunya ia jadi lebih sabar menghadapiku.

Ah, saya semakin malu.

“Aku gga tau apa saya orang yang sempurna untuk bahas kecantikan. Tapi buat saya kau cantik. Dari dulu selalu cantik. Selalu yang paling elok dimataku, sehabis ibuku.” Lanjutnya.

Aku tersentak dan tak sadar menatapnya. Ia menatapku. Ia tidak terlihat bercanda.

“Tapi …”

“Berhenti mengeluhkan apa yang kau lihat bagus pada diri orang lain. Syukuri milikmu. Kalau kau ingin kulitmu cerah, lakukan perawatan. Yang biasa-biasa saja. Seperti ibu-ibu kita kan sering luluran tuh, kenapa kau tidak ikut? Kalau ingin tubuhmu lebih tinggi dan ramping, perbanyak olahraga. Kamu diajakin renang tiap weekend milih tidur mulu, gimana dong?” ia memotong ucapanku. dan bicara panjang lebar. “Kalau sudah lakukan itu semua dan hasilnya tetap begitu, ya sudah pasrahkan saja. Mungkin segitu aja udah kau yang paling cantiknya. Lagian mau secantik apa sih?”

“Entahlah. Sudah elok kayak Kesha aja masih diselingkuhin.” Jawabku tanpa berpikir.

Dan saya semakin malu mendengar jawabanku sendiri. Aku ibarat anak kecil yang merengek minta sesuatu tapi tak yakin apa itu.

“Itu alasannya terburu-buru ingin mencicipi cinta-cintaan. Belum dapat menjaga hati tapi ingin pacar-pacaran. Entahlah, jikalau saya sih merasa di usiaku kini belum saatnya saya punya pacar. Karena saya takurt melukai hati pacarku.” Ia berkata dengan datar.

Oh jadi alasan ia tak punya pacar selama ini ialah alasannya ia belum siap?

Aku masih membisu dan mematung. Bakso di mangkuk Odie sudah habis. Tapi di mangkukku masih banyak.

Ia tampaknya menyadari baksoku masih banyak, alasannya sehabis itu ia menancapkan garpunya di bakso yang paling besar di mangkukku.

“Heiii!!!!” tegurku tidak terima. Kami lagi serius terus kok ia malah manfaatin kesempatan buat nyomot baksoku sih.

Ia menguyah bakso curiannya pelan-pelan dan nampak sangat senang.

“Kalau kau masih ibarat itu, iri sama orang lain, kau akan jadi buruk beneran Rachel. Karena hatimu buruk dan itu berdampak sama auramu. Kalau kau jadi jelek, saya gak mau jadi pacarmu.” Katanya kemudian.

Aku tidak mengerti apa maksudnya. Aku terlalu sibuk menghabiskan bakso-baksoku supaya Odie tidak dapat mencurinya lagi.

Lanjutin baca Part III ya : Novel Terbaru  "Aku Tidak Cantik" Part III

Novel Terbaru Saya Tidak Bagus Part Iii

0

Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik " Part III -- Novel Inspirasi "Aku Tidak Cantik" Part III, Novel Motivasi "Aku Tidak Cantik" Part III, Novel Cinta "Aku Tidak Cantik" Part III, Novel Anak Sekolah Menengan Atas "Aku Tidak Cantik" Part III.

Hello Teman-teman, kali ini saya ingin membuatkan sebuah cerita menarik yang terangkum dalam Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik" Part III. Novel ini merupakan lanjutan dari novel sebelumnya yaitu Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik " Part II. Mari baca kisahnya di bawah ini.

 kali ini saya ingin membuatkan sebuah cerita menarik yang terangkum dalam  Novel Terbaru Aku Tidak Cantik  Part III

Satu semester sudah berlalu semenjak terakhir bencana rebutan bakso sama Odie di warung Bibi Santhi. Setelah hari itu saya dan Odie melanjutkan hidup dengan normal dan biasa-biasa saja. Maksudku, kami masih sering pulang bareng kalau jadwalnya sama, dan masih tetap melanjutkan nongkrong makan bakso sepulang ekstra basket. Ica dan Kiana masih sibuk sama pacar masing-masing. Kenyataan yang terakhir tidak terlalu menggangguku sih. Aku bahkan sudah mulai terbiasa, mendapatkan kehadiran Kak Aris kesayangan Ica dan Febby kesayangan Kiana, di meja kantin kami dikala jam istirahat tiba-tiba. Kali ini semuanya terasa lebih melegakan, maksudku benar kata Odie. Tidak baik hidup dengan menginginkan apa yang dimiliki orang lain. Apalagi walaupun sahabat nongkrongku yang biasa sudah punya pacar, ternyata hidupku tetap baik-baik saja. Maksudku, well. Itu tak seburuk apa yang sering kubayangkan.

Aku juga sudah berhenti memikirkan hal yang tidak perlu dari kesempurnaan fisik yang selama ini ku dambakan. Dari mulai badan semampai Anita, kulit mulus Riana, ataupun wajah ayu Dhea. Aku tetap sanggup bermain bersama mereka meskipun sering merasa silau sebab kepental kecantikan masing-masing. Haha.

Aku mulai mendapatkan diriku apa adanya. Dan terutama, saya tidak memaksakan diriku untuk menjadi salah satu diantara orang lain. Aku tetap berteman dengan Anita, Riana, Dhea, Ica, Kiana dan bahkan tidak mutlak harus bersama mereka saja. Aku mulai bergabung dalam kelompok-kelompok lain di kelas. ya, anak cewek di kelasku suka main dalam kelompok kecil. Lebih sulit berbaur daripada anak cowoknya. Tapi saya sedang menantang diriku untuk tidak terikat dalam satu kelompok. Aku ingin berguru dari banyak orang. Belajar bagaimana melihat sisi positif diri sendiri dan melihat bagaimana memancarkan sisi positif itu supaya bermanfaat bagi orang lain.

Eyaaaa. Bahasaku kedengaran berat sekali. Pikiranku yang kompleks kadang membuatku bertanya-tanya, bagaimana sanggup saya masih kelas XI. Dengan kekusutan pikiran macam ini, saya sudah ibarat ibu-ibu tiga anak yang sibuk mengurus rumah tangga sambil bekerja. Haha.

Balik lagi ke persoalan saya dan diriku. Perbincangan dengan Odie di suatu senja di penghujung bulan Desember kemarin sebetulnya bikin saya aib buat ketemu Odie lagi. Pertama, beliau jadi tahu kalau aku, Rachel Anastasia ini, yang selama ini selalu berbuat baik pada siapapun ternyata menyimpan rasa iri pada orang lain. Kedua, beliau tahu saya minder dengan diriku. Ketiga, hmm saya khawatir beliau berpikir saya jablay ngenes yang pengen banget punya pacar. Haha. Poin ketiga sebetulnya tidak mencerminkan diriku. Ya memang saya iri lihat teman-temanku punya pacar, maksudku ya kembali lagi ke poin iri dan rendah diri, saya merasa tidak cukup layak untuk dicintai ataupun menyayangi orang lain. Tapi kalau dipikir-pikir lagi rasanya saya memang masih belum siap untuk itu. Buat apa pacaran kalau ujung-ujungnya menyakiti orang lain? Ya, ibarat yang Odie katakan padaku hari itu kan.

Tapi meskipun begitu, saya tetap ingin menjadi cantik. Kadang saya becermin dan merasa murka dengan pantulan bayanganku. Jerawat memang tidak ada, tapi komedo itu kenapa mengganggu sekali. Kumpulan bintik hitam itu muncul paling tidak dua hari sekali meskipun saya secara rutin membersihkannya dan rambut itu. Ahh… berdiri tidur ibarat singa. Mana rambut indah setiap berdiri tidur yang dijanjikan hampir semua produk perawatan rambut yang pernah saya coba? Sama saja. Belum lagi kalau sudah lewat jam pertama di sekolah, semakin mekar kemana-manalah itu rambut. I used to called them: rambut merdeka. Merdeka, ya merdeka. Habisnya rambut saya menolak untuk tunduk pada kuasa sisir, vitamin rambut dan ikat rambut. Mungkin sudah waktunya saya memakai catok rambut setiap pagi. Tidak hingga di sana, kulitku masih saja kusam. Aku sudah rajin pakai sunblock dan ikut Ibu luluran tiap minggu. Tapi belum terlihat hasil yang menggembirakan. Kadang pengen coba pesen obat pemutih yang dijual-jual di instagram. Itu tuh, yang krim pemutihnya kakak…

Pikiran-pikiran kusut ini kalau hingga tertangkap berair Odie lagi dijamin bakal kena gugatan lanjutan sih. Dia bilang saya dihentikan selalu mengeluh pada apa yang saya anggap kekuranganku. Dia bilang itulah sumber rasa iriku pada orang lain.

Ucapannya masuk akal. Tapi bagaimana ya? Dia itu anak laki-laki. Tidak sebarang anak laki-laki, beliau itu anak pria yang terkenal sebab good looking dan good brain juga. Masalah kayak gini tentu bukan salah satu dari masalahnya. 

Pip.

Ada chat masuk. Dari Odie.

June 2, 12:45 PM
From: Odie
To: Rachel

Sebuah poster.
Apa ini?
Sukarelawan untuk anak disabilitas. Hmm.
Gabung yuk, Chel. Tulisnya di pecahan bawah photo yang dikirim.

Aku tidak pribadi membalas. Kira-kira menggangu sekolah tidak ya? Aku memang tidak ada acara lain selain sekolah sama ekstra. Bimbingan berguru juga tidak sebab orang renta menyarankan untuk berguru di rumah saja, kan juga sanggup berkelompok dengan Odie sebab kami tetangga. Ada banyak yang ingin kutanyakan. Apa saya ke rumah Odie saja ya sekarang.

Ini hari ahad yang cerah. Siang hari begini enaknya tidur. Aku ingin menanyakan Odie lebih lanjut terkait acara ini, tapi saya ngantuk.

Pip.

Pesan gres lagi. Aku sudah hampir terlelap padahal.

Odie lagi. Dia kenapa tidak sabaran begitu sih.

June 2, 12:50 PM
From: Odie
To: Rachel

Keluar yuk, makan bakso.

Tanpa berpikir pribadi ku jawab oke. Ku sambar cardigan yang disampirkan di dingklik belajarku secara sembarangan. Sepertinya kemarin pulang sekolah saya meletakkannya di sana. Segera berlari keluar dan menemukan Odie sudah menunggu di depan pagar.

Sambil berjalan menuju lokasi warung Bi Santhi, kami berbasa bau sedikit wacana gimana kegiatan sekolah dan lain-lain yang sebenarya tidak terlalu penting. Walaupun dekat, kadang canggung juga tiba-tiba jalan berdua. Padahal sering sih. Entahlah. Mungkin sebab saya lagi tidak terlalu waras akhir persoalan manis dan cinta-cintaan picisan, saya jadi suka terbawa-bawa suasana.

“Bagaimana tawaranku tadi?” sehabis berbincang tidak terang dalam 10 menit pertama, risikonya ketika hingga di lokasi kesayangan kami untuk makan bakso, Odie menanyakan poster yang barusan ia kirim. Sukarelawan itu.

“Kalau ikut, kita sanggup banyak belajar. Bisa bantu sesame juga. Kegiatannya positif dan salah satu anak kegiatan dari pemerintah daerah, jadi tergolong aman. Aku sudah pelajari kok.” Lanjutnya.

Aku agak mengantuk tapi masih mencoba fokus. Aroma bakso mulai merasuk hidungku dan entah bagaimana konsentrasiku meningkat.

“Kira-kira ganggu sekolah tidak?” tanyaku. Walaupun konsentrasi meningkat, nyatanya pertanyaan yang sanggup meluncur hanya itu. Aku tidak sepandai Odie dalam merangkai kata-kata yang terstruktur dan efisien.

“Kita ambil acara weekend saja, sukarelawan pelajar. Setiap hari ahad kan juga kita tidak ada kegiatan. Nanti jadwal renang kita pindah ke sabtu sore. Bagaimana?”

Renang? Ah, beliau kok ingat sih saya ingin tinggi. Seketika mukaku memerah. I’ll keep remind myself not to curcol curcol anymore sama pemuda apalagi Odie! Payah ih!

Lanjutin baca part IV ya : Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik " Part IV

Novel Terbaru Saya Tidak Anggun Part Iv

0

Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik " Part IV -- Novel Motivasi "Aku Tidak Cantik" Part IV, Novel Inspirasi "Aku Tidak Cantik" Part IV, Novel Cinta "Aku Tidak Cantik" Part IV, Novel Anak Sekolah Menengan Atas "Aku Tidak Cantik" Part IV.

Hello Teman-teman, kali ini saya ingin menyebarkan sebuah dongeng menarik yang terangkum dalam Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik" Part IV. Novel ini merupakan lanjutan dari novel sebelumnya yaitu Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik " Part III dan Novel Part IV ini merupakan Novel penggalan akhir. Mari baca dongeng selengkapnya di bawah ini.

 kali ini saya ingin menyebarkan sebuah dongeng menarik yang terangkum dalam  Novel Terbaru Aku Tidak Cantik  Part IV

Entah sebab sudah terlalu aib untuk sanggup kembali konsetrasi pada problem utama atau sebab saya memang tertarik dan antusias untuk jadi sukarelawan yang ditawarkan Odie, yang terperinci ahad depannya saya menghabiskan hari ahad ku yang biasanya penuh kemalasan berkedok me-time, di sebuah rumah yang disebut Panti Kasih. Aku belum melihat penyandang disabilitas yang dimaksud dalam poster ini. Di rumah besar berwarna putih higienis ini, saya bersama dengan belasan anak muda lain, tampaknya usia Sekolah Menengan Atas dan kuliahan, memakai baju kaos polos bewarna putih dan celana panjang jeans gelap. Kami diberikan nametag pengenal. Ada beberapa orang bapak dan ibu yang kelihatannya dari instansi pemerintahan tampak sibuk berkoordinasi dengan beberapa ibu-ibu yang tampaknya yaitu perawat di kawasan ini.

Kulirik Odie sesekali. Aku canggung sekali. Kenapa kita tidak diajak berkenalan dulu atau apa. Kenapa orang-orang cukup umur ini sibuk dengan dunianya sendiri?

Odie menyenggol lenganku perlahan.

“Apa sih yang kau pikirkan? Mukamu hingga tegang begitu.” Tegurnya. Aku memasang bibir cemberut padanya. “Aku lapar.” Dan itulah yang keluar sebagai jawabanku.

Kadang saya berpikir saya terlalu terbelakang untuk jadi anak SMA. Gadis Sekolah Menengan Atas mana yang mengaku lapar pada sobat prianya? Ya walaupun sekedar teman, tapi tetap saja. Lapar? Yang benar saja!
Odie menertawaiku pelan. Tapi tatapannya menyerupai akan menggodaku. Oh tidak, jangan disini jangan permalukan aku.

Sebelum ia sempat bicara, ku cubit lengannya. Dia meringis. Kami mungkin kelihatan menyerupai dua remaja labil di mata sekawanan orang cukup umur dan hampir cukup umur yang memenuhi kawasan ini. Tapi siapa yang peduli, kami kan masih anak kelas XI. Ya sebentar lagi XII, tapi ya siapa peduli?

“Perhatian semua.” Sebuah bunyi kemudian menciptakan kami berhenti cengengesan dan mengikuti gerak melingkar yang disusun orang lain. Maksudku, si pembicara tadi bangun di tengah-tengah ruangan dan meminta kami untuk mendekatkan diri padanya. Aku, Odie dan entahlah mungkin 15 orang lainnya merangsuk ke depan dan membentuk setengah lingkaran.

Kami diberikan pengantar ihwal apa Panti Kasih dan ia juga memperlihatkan beberapa foto anak dengan kebutuhan khusus masing-masing. Banyak diantaranya yang tidak lengkap dari segi anggota tubuh, ada juga yang menderita gangguan perkembangan mental. Sambil masih mendengarkan pengantar yang diberikan oleh Ibu Diana, nama pembicara yang juga kepala Panti Kasih ini, saya sesekali melayangkan pandangan iba pada Odie. Maksudku, saya bukannya iba pada Odie, hanya saja saya duka dan tidak tahu harus memandang siapa. Odie balas menatapku dan menelengkan kepalanya ke depan. Memberiku arahan untuk berkonsentrasi dengan Ibu Diana.

Ah, Odie. Kasihannya adik-adik ini. Mereka masih sangat muda, yang tertua gres berusia 14 tahun. Semua yang disini yatim piatu. Sulit mencarikan orang renta angkat jadi yayasan inilah yang mengasuh mereka. Tugas kami, para sukarelawan muda ini yaitu untuk membantu para pengasuh dan juga memperlihatkan support kepada adik-adik yang berada di sini. Agar mereka tidak merasa sendiri. Ah entahlah. Aku merasa sangat egois selama ini.

Hari ini kami hanya orientasi. Setelah klarifikasi dari Ibu Diana, kami diminta untuk saling berkenalan dengan anggota team sukarelawan dan para pengasuh disini. Ada sepuluh pengasuh tetap disini dengan total anak asuk 25. Pantas saja mereka butuh banyak bantuan. Memang dari segi pembiayaan sejauh ini tidak ada problem sebab ada donator dari luar. Tapi problem tenaga yang masih minim. Setiap harinya ada juga sukarelawan tidak tetap menyerupai kami yang membantu. Kebanyakan dari pegawai pemerintahan yang ditugaskan instansi terkait untuk melaksanakan aktivitas pengabdian. Sementara yang dari golongan pelajar dan mahasiswa, kami yaitu angkatan yang pertama. Sukarelawan ini ternyata sebanyak lima belas orang, perhitungan kasarku tadi meleset dikit. Tapi tebakanku ihwal saya dan Odie yang jadi anggota termuda ternyata benar. Kakak-kakak di sini semuanya anak kuliahan.

Setelah perkenalan kami diajak berkeliling panti. Panti ini menyerupai rumah biasa, hanya cukup besar sehingga sanggup menampung 25 anak dan 10 pengasuh serta 5 staff lainnya. Kami berjalan menyusuri tangga, ada foto-foto anak asuh yang disusun berjejer, memamerkan kemajuan mereka dari program-program training yang mereka jalani. Setelah menaiki tangga ini kami akan datang ke kamar anak-anak. Pintu-pintu kamar terbuka dan kami diijinkan untuk masuk dan berkenalan. Supaya tidak mengejutkan kami diminta untuk membagi diri 2 hingga 3 orang. Aku dan Odie tentunya bersama.
Kira-kira empat jam setelahnya kami diperbolehkan pulang. Sambil menyusuri jalanan yang panas dan terik dengan diboncengi Odie, saya merenungkan banyak hal. Bungkusan di tangan kananku berisi ihwal buku petunjuk dan pengantar yang diperlukan untuk aktivitas sukarelawan. Ada juga kartu pengenal sebagai ijin untuk masuk pada hari volunteer nanti dan kostum seragam.

“Kenapa membisu saja?” Odie berkata sambil tetap berkonsentrasi pada jalanan. Aku menghela napas dan mendekatkan kepalaku ke punggungnya, berharap kupingnya ada di sana sehingga mendengar bila saya bicara.

Tapi tak satu patah kata pun keluar dari mulutku.

Odie membelokkan motornya di pengkolan menuju warung Bi Sintha. Ah, makan. Mungkin ini yang saya butuhkan dikala ini.

“Apa makanannya juga gak enak? Kok kau gak ngomong juga?” Odie Nampak gregetan sehabis setengah mangkuk baksonya habis dan kami juga tidak memulai percakapan.

“Hmm… bukan begitu …” kataku menggantung. Odie tidak merespons dengan kata-kata, tapi matanya butuh penjelasan.

“Ya saya duka aja kok liat kondisi bawah umur tadi. “

“Terus?”

“Ya terus saya malu.”

“Malu?”

“Malu sama diriku, kok bisa-bisanya mengeluhkan hal-hal abstrak semacam mengapa saya tidak secantik teman-temanku.”

“Terus?”

“Ya aib saja. Masih heboh sendiri lihat kelebihan orang lain. Lupa bersyukur. Padahal untuk saya punya anggota badan yang lengkap saja sudah anugerah. Kenapa saya tidak bersyukur.”

“Lalu?”

Aku mulai kesal. Apa kosakata Odie kini hanya itu-itu saja?

“Gak ada kemudian lalu an, tersu terusan. Udah titik.”

Odie tertawa. Saat saya lengah, beliau mencuri bakso di mangkuk milikku. Dan ternyata yang paling besar. Aaargggghhhh.

“Akhirnyaaaaaa. Tidak sia-sia saya mendaftarkan kita ke jadwal ini. Baguslah kalau pikiranmu terbuka. Hatimu cantik, wajahmu cantik, perbuatanmu cantik. Mengapa harus kau bandingkan dengan milik orang lain. Kata orang bijak, bunga mekar tanpa peduli bagaimana mekar bunga lainnya. ia hanya mekar menyerupai ia apa adanya.” Katanya.

“Apa saya cantik?”

“Ya tidak jelek.”

“Tidak buruk belum tentu cantik.”

“Ah kenapa sih kamu.”

“Tadi katamu saya cantik.”

“Kapan bilang begitu? Aku tidak ingat.”

“Bukan hanya tadi, sering kok kau bilang begitu.”

“Tidak ada barang bukti.”

“Kamu kok ngeles? Kamu memang bilang saya bagus kok.”

“Tidak ada barag bukti, jangan bicara sembarangan. Haha.”

“Odie!!!!!”

“Ayo pulang, cantikku.” Ia mengedipkan matanya iseng. Aku senyum-senyum sendiri di boncengan belakang setelahnya.

Well, saya merasa cantik.

Baca juga  "Aku Cupid"

Itulah Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik" karangan Ratih Ayu Apsari. Mudah-mudahan sanggup memperlihatkan pesan budpekerti yang baik untuk teman-teman semua. Terima kasih telah membaca Novel ini, jangan lupa untuk membagikan pada sobat lainnya.

Bagi teman-teman yang membaca kembali dari Part I, silahkan baca : Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik" Part I, atau baca Cerpen Terbaru "Bagaimana Jika ...". Hanya ini yang sanggup admin bagikan untuk teman-teman semua. Semoga bermanfaat dan sanggup menginspirasi.

Kamis, 28 Maret 2019

Ayo Menulis Dan Publikasikan Goresan Pena Kalian Di Internet

0

Ayo Menulis dan Publikasikan Tulisan Kalian di Internet -- Mau Menerbitkan Tulisan / Karya Kalian di Internet, Publikasikan Tulisan Kalian di Internet via Blog Ini, Menjadi Penulis di Blog Karyaku.web.id.


Menulis adalah salah satu cara menyalurkan aneka macam ide yang kita miliki. Dengan menulis, maka sanggup memperlihatkan kepuasan dan manfaat tersendiri bagi diri sendiri dan mungkin bagi banyak orang.

Ide-ide yang tercurahkan melalui goresan pena tersebut sanggup mewakili perasaan kita, kondisi kita, dan lain-lain. Penyampaian ide-ide dari goresan pena yang baik bertujuan untuk menginspirasi, memotivasi, menginformasikan, menunjukkan, atau mengajak orang untuk berbuat hal yang benar dan kebaikan.

Melalui goresan pena yang kita publikasi, maka keinginan, cita-cita, dan harapan-harapan baik dari penulis sanggup tersampaikan ke banyak orang.

Menulis, ketika ini menjadi salah satu hobi yang sanggup menyebabkan kalian seorang yang terkenal. Tulisan yang kita publikasikan di internet via blog akan dibaca oleh banyak orang. Kita sanggup menyertakan data diri semoga orang tahu. Nah, dari situlah kita sanggup terkenal.

Setelah kita menjadi seorang terkenal, bila suatu ketika nanti kita menjadi seorang penulis buku atau media cetak lainnya, maka nama kita telah dikenal orang lebih dulu dan buku kita sanggup laku terjual.

Nah, kini muncul dua pertanyaan dari kami untuk kalian :

"Kalian hobi menulis dan ingin menjadi seorang yang populer melalui internet?"

"Kalian siswa-siswi Sekolah Menengan Atas / Sekolah Menengah kejuruan / MA, atau seorang mahasiswa yang hobi menulis, tetapi gundah mau mempublikasikan goresan pena dimana semoga banyak yang baca?"

Kami berikan solusinya untuk kalian. Ini bukanlah lowongan kerja, namun sanggup dikatakan sebagai sebuah permintaan untuk bekerja sama.

Kalian sanggup mengirimkan hasil goresan pena (artikel) terbaik kalian ke blog karyaku.web.id. Artikel kalian akan dipublikasikan bila memenuhi kriteria yang telah kami tentukan.

Pengiriman artikel via email ke alamat blogkaryaku@gmail.com dengan subjek email “Judul Artikel Kalian“, contohnya : Cerita Cinta "Aku dan Kamu Menjadi Kita", atau Kata-kata Motivasi Semangat Sekolah dan Kuliah, dan lain-lain sesuai artikel kalian.

Blog ini telah mempunyai ribuan pengunjung setiap harinya. Melalui blog ini, goresan pena kalian akan dibaca oleh banyak orang dan keinginan kalian untuk menjadi seorang yang populer telah dimulai sajak ketika ini, dan kelak kalian akan dikenal oleh ribuan, bahkan jutaan orang di dunia.

Kriteria Artikel

Perhatian penting sebelum kalian mengirimkan artikel!!! Kriteria artikel yang kami terima :
  1. Artikel harus original, artinya bukan hasil copy paste (copas)
  2. Artikel belum pernah dipublikasikan di media manapun
  3. Panjang artikel minimal 1000 kata.
  4. Konten artikel berupa :
    • Kategori Kata-kata ; kata motivasi, kata bijak, kata inspirasi, kata mutiara, kata-kata lucu / gokil, kata romantis, dan kata-kata renungan
    • Kategori Cerita ; dongeng motivasi, dongeng renungan, dongeng inspirasi, dongeng cinta, dan dongeng sehari-hari yang bernilai aktual dan penuh makna
    • Kategori Cerpen ; cerpen motivasi, cerpen cinta, dan cerpen inspirasi, serta juga boleh Cerbung
    • Kategori Novel ; novel romantis, novel inspirasi, novel renungan, novel cinta, dan novel lainnya yang memperlihatkan kesan aktual dan penuh makna
    • Kategori Kisah ; kisah inspiratif, kisah motivasi, dan kisah orang sukses yang ditulis ulang dengan bahasa sendiri
  5. Konten artikel tidak mengandung SARA, judi, atau konten negatif lainnya.
  6. Artikel yang dikirimkan minimal mempunyai 1 gambar yang akan dijadikan featured image.

Jika artikel yang kalian kirimkan sesuai dengan kriteria di atas, kami akan mempublikasikannya di blog karyaku.web.id setelah kami review. Untuk artikel yang sesuai dengan kriteria, kami akan melaksanakan edit sedikit semoga lebih sesuai lagi dengan kriteria kami.

Kalian sanggup mengecek artikel kalian di blog ini. Jika terpublikasi, berarti artikel tersebut memenuhi kriteria yang kami tentukan, dan bila terpublikasi, berarti artikel kalian tidak memenuhi kriteria.

Kami akan mengupayakan semoga artikel yang dikirimkan terpublikasi dengan catatan kalian pun harus bersungguh-sungguh dalam menciptakan artikel tersebut semoga sesuai dengan kriteria di atas.

Perlu diketahui bahwa artikel yang telah dipublikasikan di blog ini tidak sanggup ditarik kembali. Artinya, artikel menjadi hal milik blog ini.

Mengenai Data Diri

Sertakan data-data berikut untuk ditampilan di bab bawah artikel kalian :
  • Nama lengkap atau nama panggilan
  • Asal sekolah atau kampus
  • Akun IG, Facebook, atau media umum lainnya.

Mengenai Honor dan Hadiah

Tidak ada gaji yang kami janjikan, tetapi akan ada hadiah kecil-kecilan sebagai apresiasi kami terhadap goresan pena (artikel) kalian yang memenuhi kriteria. Hadiah ini akan diberikan kepada pemilik artikel yang artikelnya terpublikasi di blog ini.

Bagi kalian yang secara konsisten mengirimkan artikel tiap hari atau tiap seminggu sekali, kami akan mempertimbangkan untuk menyebabkan kalian sebagai penulis di blog ini dan blog lainnya yang kami miliki. Tentunya bila sudah menjadi penulis blog ini, kami akan berikan gaji yang sesuai.

Waktu Pengiriman dan Format Artikel

Pengiriman artikel sanggup dilakukan kapanpun. Artikel diketik pada microsoft word 2007 atau bagi pengguna microsoft 2010 ke atas harus save as artikel ke microsoft word 2007. File di simpan ke dalam format Rich Text Format (.rtf) atau boleh juga di simpan ke format word dokumen dengan catatan spasi atas kata di word tersebut tidak hilang.

***

Untuk kalian yang ingin mencar ilmu menulis, ayo baca : 10 Cara Menemukan Ide dan Inspirasi Menulis

Demikian penyampaian kami perihal Ayo Menulis dan Terbitkan Tulisan Kalian di Internet. Terima kasih atas kerja samanya. Semoga kolaborasi ini sanggup berjalan lancar sesuai harapan. Spirit!
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com