Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murahini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Maret 2019

25 Nama Nabi Dan Rasul Yang Wajib Diketahui Beserta Sifat-Sifatnya

0

Nama 25 Nabi dan Rasul yang Wajib Diketahui -- Sifat Wajib / Mustahil / Jaiz dari Nabi dan Rasul, 25 Nama Nabi Dan Rasul yang Wajib diketahui, Nama-nama Nabi dan Rasul Allah, Nama-nama Nabi dan Rasul Umat Islam serta Sifat-sifatnya, Daftar nama 25 Nabi dan Rasul dan sifatnya.

Assalamu'alaikum sahabat karyaku, disini saya ingin menyebarkan ihwal 25 Nama Nabi dan Rasul yang Wajib diketahui beserta Sifat-sifatnya. Informasi ini cukup penting diketahui terutama oleh umat Islam dimanapun berada. Mari simak gosip selengkapnya berikut ini.

 Nama Nabi Dan Rasul yang Wajib diketahui 25 Nama Nabi dan Rasul yang Wajib diketahui beserta Sifat-sifatnya

A. Pengertian Nabi dan Rasul

Nabi dalam Islam ialah seorang dengan jenis kelamin pria yang mendapat wahyu dari Allah SWT namun tidak wajib menyebarluaskan wahyu tersebut kepada orang lain.

Dalam anutan Islam, Rasul ialah seseorang yang mendapat wahyu dari Allah SWT dan mempunyai kewajiban untuk menyebaluaskan wahyu tersebut kepada umatnya.

B. Perbedaan Nabi dan Rasul

Setiap rasul pastilah seorang nabi, tapi tidak setiap nabi itu seorang rasul. Dengan demikian, jumlah nabi jauh lebih banyak dibanding jumlah rasul.

Seperti yang disebutkan dalam wikipedia bahwa jumlah nabi sangatlah banyak yaitu ada 124 ribu orang, sedangkan jumlah rasul hanya ada 312.

Hal ini dipertegas dengan adanya hadits yang diriwayatkan At-Turmuzy sebagai berikut :
Dari Abi Zar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda saat ditanya ihwal jumlah para nabi, “(Jumlah para nabi itu) ialah seratus dua puluh empat ribu (124.000) nabi.” “Lalu berapa jumlah Rasul di antara mereka?” Beliau menjawab, “Tiga ratus dua belas (312)” (HR. At-Turmuzy) 
C, Sifat-sifat Wajib Bagi Nabi dan Rasul

Setiap orang mempunyai sifat termasuk seorang Nabi dan Rasul pun demikian. Nabi dan Rasul mempunyai 4 sifat menyerupai berikut ini.

1. Shiddiq (Benar)

Shiddiq berarti benar dari perkataan dan perbuatan. Makara tidak mungkin jikalau seorang nabi dan rasul ialah seorang pembohong yang suka berbohong.

2. Amanah (dapat dipercaya)

Amanah artinya terpercaya atau sanggup dipercaya. Makara tidak mungkin jikalau seorang nabi dan rasul ialah seorang pengkhianat yang suka berkhianat.

3. Tabligh (menyampaikan)

Tabligh ialah memberikan wahyu atau risalah dari Allah SWT kepada orang lain. Makara tidak mungkin jikalau seorang nabi dan rasul menyembunyikan dan merahasiakan wahyu / risalah Allah SWT.

4. Fathonah (Cerdas)

Fathonah ialah cerdas, berilmu atau pintar. Makara tidak mungkin jikalau seorang nabi dan rasul ialah seorang yang ndeso dan tidak mengerti apa-apa.

D. Sifat-Sifat Mustahil Bagi Nabi dan Rasul

Sifat Jaiz merupakan kebalikan dari sifat wajib. Ada 4 sifat jaiz bagi nabi dan rasul :

1. Kizib (Bohong)

kizib mempunyai arti berdusta atau berbohong dan sifat ini tidak mungkin dimiliki oleh para Nabi dan Rasul Allah

2. Khianat Tidak sanggup dipercaya)

Khianat artinya tidak sanggup dipercaya. Seorang nabi dan rasul tidak mungkin mempunyai sifat khianat.

3. Kitman (Menyembunyikan)

Kitman artinye menyembunyikan. Seorang nabi dan rasul tidak mungkin menyembunyikan wahyu yang harus disampaikan kepada orang lain.

4. Baladah (Bodoh)

Baladah artinya bodoh. Baladah. Seorang nabi dan rasul tidak mungkin orang yang bodoh.

E. Sifat Jaiz Bagi Nabi dan Rasul

Sifat Jaiz artinya sifat-sifat yang sama sebagaimana insan semestinya, misalnya yaitu makan, minum, tidur, dan lain sebagainya. Seorang nabi dan rasul niscaya mempunyai sifat jaiz ini.

F. 25 Nama Nabi dan Rasul yang Wajib diketahui

Berikut ini ialah daftar nama 25 Nabi dan Rasul yang wajib kita ketahui.

1. Adam AS.
2. Idris AS.
3. Nuh AS.
4. Hud AS.
5. Soleh AS.
6. Ibrahim AS.
7. Luth AS.
8. Ismail AS.
9. Ishak AS.
10. Yakub AS.
11. Yusuf AS.
12. Ayub AS.
13. Sueb AS.
14. Musa AS.
15. Harun AS.
16. Zulkifli AS.
17. Daud AS.
18. Sulaiman AS.
19. Ilyas AS.
20. Ilyasa AS.
21. Yunus AS.
22. Zakaria AS.
23. Yahya AS.
24. Isa AS.
25. Muhammad SAW

G. Nabi dan Rasul yang mendapat Gelar Ulul Uzmi

Ulul Uzmi ialah gelar yang diberikan kepada nabi dan rasul pilihan yang mempunyai tingkat kesabaran dan ketabahan luar biasa. Berikut Nabi dan Rasul yang mendapat Gelar Ulul Uzmi

1. Adam AS.
2. Nuh AS.
3. Ibrahim AS.
4. Isa AS.
5. Muhammad SAW

H. Rasul yang mempunyai Kitab Suci

Dalam Islam terdapat 4 orang Rasul dan kitabnya yang wajib kita ketahui, yaitu antara lain :

1. Musa AS. mempunyai kitab suci Taurat
2. Daud AS mempunyai kitab suci Zabur)
3. Isa AS. mempunyai kitab suci Injil
4. Muhammad SAW. memiliki kitab suci Al-Qur'an


Demikianlah 25 Nama Nabi dan Rasul yang Wajib diketahui beserta Sifat-sifatnya. Semoga sehabis mengetahui dan memahami klarifikasi di atas sahabat semua semakin baik dari segi keimanannya. Amin.
Mari turut menyebarkan (g+1) informasi ini pada saudara-saudara kita yang membutuhkannya. Cukup sekian gosip ini dan terima kasih dan hingga jumpa kembali.

10 Nama Malaikat Dan Tugasnya Yang Wajib Diketahui

0

10 Nama Malaikat dan Tugasnya yang Wajib diketahui -- 10 Nama Malaikat Allah SWT beserta Tugas-tugasnya, Daftar 10 Nama Malaikat Allah SWT dan Tugasnya, Nama-Nama Malaikat dan Tugasnya, 10 Malaikat Dan Tugasnya Yang Wajib Diketahui oleh Orang Islam, Ketahui 10 Malaikat Beserta Tugasnya

Halo teman karyaku. Kali ini admin akan menyebarkan isu perihal 10 Nama Malaikat dan Tugasnya yang Wajib diketahui. Informasi ini dibutuhkan sanggup menambah wawasan admin dan teman semua terutama untuk kaum muslim. Langsung saja simak pembahasan informasinya berikut ini.

 Nama Malaikat dan Tugasnya yang Wajib diketahui 10 Nama Malaikat dan Tugasnya yang Wajib diketahui

Orang islam tentunya telah mengetahui bahwa Rukun Iman dalam agama Islam ada 6 (enam), salah satunya yaitu iktikad kepada Malaikat.

Iman kepada malaikat artinya meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT mempunyai malaikat-malaikat yang telah diciptakanNya dari nur (cahaya) untuk menjalankan segala perintahNya.

Hukum Beriman kepada Malaikat telah dijelaskan dalam al-Qur'an dan al-Hadis yaitu Q.S. Al Baqarah (2) : 285 , Q.S. Fathir (35) : 1 , Q.S. An-Nisa' (4) : 136 , Q.S. An-Nisa' (4) : 136, serta H.R. Imam Muslim. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan buka al-Quran sobat.

Malaikat yaitu mahluk gaib, sehingga tidak sanggup dilihat, didengar, atau disentuh, serta tidak berwujud. Malaikat selalu taat, tunduk, dan patuh kepada Allah, tidak pernah ingkar akad dan tidak membutuhkan makan dan minum menyerupai manusia.

Allah SWT telah membuat 10 Malaikat beserta tugasnya masing-masing. Kesepuluh malaikat tersebut yaitu sebagai berikut :

10 Nama Malaikat dan Tugasnya yang Wajib diketahui

1. Malaikat Jibril
  • Malaikat Jibril bertugas memberikan wahyu Allah kepada para nabi dan rosul. Malaikat Jibril yaitu penghubung antara Allah SWT dengan nabi dan rosul-Nya.

2. Malaikat Mikail
  • Malaikat Mikail bertugas memberi rejeki kepada manusia
3. Malaikat Israfil
  • Malaikat Israfil bertugas meniup terompet sangkakala pada hari kiamat.
4. Malaikat Izrail
  • Malaikat Izrail bertugas sebagai pencabut nyawa
5. Malaikat Munkar
  • Malaikat Munkar dan Nakir bertugas menanyakan dan melaksanakan investigasi insan di alam kubur perihal amal perbuatan mereka ketika masih hidup
6. Malaikat Nakir
  • Seperti malaikat Munkar, malaikat Nakir juga bertugas menyakan amal perbuatan insan selama hidup di dunia
7. Malaikat Raqib
  • Malaikat Raqib bertugas mencatat segala amal baik yang dilakukan manusia
8. Malaikat Atid
  • Malaikat Atib bertugas mencatat segala perbuatan jelek yang dilakukan manusia.
9. Malaikat Malik
  • Malaikat Malik bertugas menjaga pintu neraka
10. Malaikat Ridwan
  • Malaikat Ridwan bertugas menjaga pintu surga.

Itulah 10 Nama Malaikat dan Tugasnya yang Wajib diketahui terutama oleh orang-orang Islam.


Demikianlah artikel perihal 10 Nama Malaikat dan Tugasnya yang Wajib diketahui. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat terutama untuk kaum muslim semua dimanapun berada.

Semoga sesudah membaca artikel ini, kita semua semakin baik pengetahuannya perihal Agama Islam.
Ayo like dan share artikel ini. Terima kasih.

Kamis, 28 Maret 2019

99 Asmaul Husna Dan Artinya, Dalam Bahasa Arab Dan Indonesia, Serta Khasiatnya

0

99 Asmaul Husna dan Artinya, dalam bahasa Arab & Indonesia, serta Manfaatnya -- Nama-nama Allah dan Artinya, 99 Asmaul Husna bahasa Arab, Latin, dan Artinya, Tabel Asmaul Husna 1 - 99 beserta Artinya, Tulisan  Asmaul Husna (Lengkap Arti dan Penjelasan), Asmaul Husna dan Artinya Beserta Khasiat / Manfaatnya, Asmaul Husna : Arab, Latin, Artinya, dan Manfaatnya, Pengertian dan hakikat Asmaul Husna dan Maknanya, Tulisan Asmaul Husna Latin 99 dan Artinya.

Pada kesempatan ini admin akan membuatkan pengetahuan pada artikel yang berjudul 99 Asmaul Husna dan Artinya, dalam bahasa Arab dan Indonesia, serta Khasiatnya. Semoga dengan adanya artikel ini diperlukan sanggup menambah wawasan kita ihwal asmaul husna terutama untuk umat muslim. Langung saja kita simak selengkapnya berikut ini.

Asmaul Husna dan Artinya Beserta Khasiat  99 Asmaul Husna dan Artinya, dalam bahasa Arab dan Indonesia, serta Khasiatnya

A. Pengertian Asmaul Husna

Asmaul husna berasal dari bahasa Arab yaitu al asma al husna. Al asma yakni bentuk plural dari ism, yang berarti nama-nama. Sedangkan al husna yakni bentuk mu’annats dari hasan yang berarti baik. Secara bahasa, asmaul husna berarti nama-nama Allah yang baik.

Pengertian Asmaul husna yakni nama-nama, sebutan, gelar, sekaligus sifat-sifat Allah SWT yang baik dan indah.

B.  Dalil Al Alquran dan Hadis ihwal Asmaul Husna

Istilah Asmaul Husna dijelaskan oleh Allah SWT dalam Surat Thaha : 8 yang artinya:
"Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia memiliki asmaa'ul husna (nama-nama yang baik)" (Q.S. Thaha:8).
Allah SWT juga berfirman dalam Surat Al-Ar'raaf : 180, yang artinya sebagai berikut:
“Hanya milik Allah Asma’-ul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asma’-ul Husna itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan menerima jawaban terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. al-A’raaf: 180)
Dalam ayat lain dijelaskan bahwa al-Asma’u al-Husna merupakan amalan yang bermanfaat dan memiliki nilai yang tak terhingga tingginya. Berdoa dengan menyebut al-Asma’u al-Husna sangat dianjurkan berdasarkan ayat tersebut.

Hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari :
“Dari Abu Hurairah ra. bekerjsama Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah SWT memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barang siapa yang menghafalkannya, maka ia akan masuk surga”. (H.R. Bukhari)
Berdasarkan hadis di atas, menghafalkan Asmaul Husna akan mengantarkan orang yang melakukannya masuk ke dalam nirwana Allah SWT. Selain itu, harus juga diiringi dengan menjaganya, baik menjaga hafalannya dengan terus-menerus menzikirkannya, maupun menjaganya dengan menghindari perilaku-perilaku yang bertentangan dengan sifat-sifat Allah SWT.

Baca Juga : Kata-kata Motivasi Semangat Kerja

C. 99 Asmaul Husna (Nama Allah) beserta Artinya, dalam bahasa Arab dan Indonesia

Berikut adalah 99 Asmaul Husna atau nama-nama Allah beserta artinya yang tersedia dalam bahasa Arab dan Indonesia. Baca dan pahami maknanya di bawah ini.

No
Nama
Arab
Indonesia
AllahاللهAllah
1Ar RahmanالرحمنYang Maha Pengasih
2Ar RahiimالرحيمYang Maha Penyayang
3Al MalikالملكYang Maha Merajai/Memerintah
4Al QuddusالقدوسYang Maha Suci
5As SalaamالسلامYang Maha Memberi Kesejahteraan
6Al Mu`minالمؤمنYang Maha Memberi Keamanan
7Al MuhaiminالمهيمنYang Maha Pemelihara
8Al `AziizالعزيزYang Maha Perkasa
9Al JabbarالجبارYang Memiliki Mutlak Kegagahan
10Al MutakabbirالمتكبرYang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11Al KhaliqالخالقYang Maha Pencipta
12Al Baari`البارئYang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13Al MushawwirالمصورYang Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)
14Al GhaffaarالغفارYang Maha Pengampun
15Al QahhaarالقهارYang Maha Memaksa
16Al WahhaabالوهابYang Maha Pemberi Karunia
17Ar RazzaaqالرزاقYang Maha Pemberi Rezeki
18Al FattaahالفتاحYang Maha Pembuka Rahmat
19Al `AliimالعليمYang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20Al QaabidhالقابضYang Maha Menyempitkan (makhluk-Nya)
21Al BaasithالباسطYang Maha Melapangkan (makhluk-Nya)
22Al KhaafidhالخافضYang Maha Merendahkan (makhluk-Nya)
23Ar Raafi`الرافعYang Maha Meninggikan (makhluk-Nya)
24Al Mu`izzالمعزYang Maha Memuliakan (makhluk-Nya)
25Al MudzilالمذلYang Maha Menghinakan (makhluk-Nya)
26Al Samii`السميعYang Maha Mendengar
27Al BashiirالبصيرYang Maha Melihat
28Al HakamالحكمYang Maha Menetapkan
29Al `AdlالعدلYang Maha Adil
30Al LathiifاللطيفYang Maha Lembut
31Al KhabiirالخبيرYang Maha Mengenal
32Al HaliimالحليمYang Maha Penyantun
33Al `AzhiimالعظيمYang Maha Agung
34Al GhafuurالغفورYang Maha Pengampun
35As SyakuurالشكورYang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36Al `AliyالعلىYang Maha Tinggi
37Al KabiirالكبيرYang Maha Besar
38Al HafizhالحفيظYang Maha Memelihara
39Al MuqiitالمقيتYang Maha Pemberi Kecukupan
40Al HasiibالحسيبYang Maha Membuat Perhitungan
41Al JaliilالجليلYang Maha Mulia
42Al KariimالكريمYang Maha Mulia
43Ar RaqiibالرقيبYang Maha Mengawasi
44Al MujiibالمجيبYang Maha Mengabulkan
45Al Waasi`الواسعYang Maha Luas
46Al HakiimالحكيمYang Maha Maka Bijaksana
47Al WaduudالودودYang Maha Mengasihi
48Al MajiidالمجيدYang Maha Mulia
49Al Baa`itsالباعثYang Maha Membangkitkan
50As SyahiidالشهيدYang Maha Menyaksikan
51Al HaqqالحقYang Maha Benar
52Al WakiilالوكيلYang Maha Memelihara
53Al QawiyyuالقوىYang Maha Kuat
54Al MatiinالمتينYang Maha Kokoh
55Al WaliyyالولىYang Maha Melindungi
56Al HamiidالحميدYang Maha Terpuji
57Al MuhshiiالمحصىYang Maha Mengkalkulasi
58Al Mubdi`المبدئYang Maha Memulai
59Al Mu`iidالمعيدYang Maha Mengembalikan Kehidupan
60Al MuhyiiالمحيىYang Maha Menghidupkan
61Al MumiituالمميتYang Maha Mematikan
62Al HayyuالحيYang Maha Hidup
63Al QayyuumالقيومYang Maha Mandiri
64Al WaajidالواجدYang Maha Penemu
65Al MaajidالماجدYang Maha Mulia
66Al WahiidالواحدYang Maha Tunggal
67Al AhadالاحدYang Maha Esa
68As ShamadالصمدYang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69Al QaadirالقادرYang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70Al MuqtadirالمقتدرYang Maha Berkuasa
71Al MuqaddimالمقدمYang Maha Mendahulukan
72Al Mu`akkhirالمؤخرYang Maha Mengakhirkan
73Al AwwalالأولYang Maha Awal
74Al AakhirالأخرYang Maha Akhir
75Az ZhaahirالظاهرYang Maha Nyata
76Al BaathinالباطنYang Maha Ghaib
77Al WaaliالواليYang Maha Memerintah
78Al Muta`aaliiالمتعاليYang Maha Tinggi
79Al BarriالبرYang Maha Penderma
80At TawwaabالتوابYang Maha Penerima Tobat
81Al MuntaqimالمنتقمYang Maha Pemberi Balasan
82Al AfuwwالعفوYang Maha Pemaaf
83Ar Ra`uufالرؤوفYang Maha Pengasuh
84Malikul Mulkمالك الملكYang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
85Dzul Jalaali Wal Ikraamذو الجلال و الإكرامYang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86Al MuqsithالمقسطYang Maha Pemberi Keadilan
87Al Jamii`الجامعYang Maha Mengumpulkan
88Al GhaniyyالغنىYang Maha Kaya
89Al MughniiالمغنىYang Maha Pemberi Kekayaan
90Al MaaniالمانعYang Maha Mencegah
91Ad DhaarالضارYang Maha Penimpa Kemudharatan
92An Nafii`النافعYang Maha Memberi Manfaat
93An NuurالنورYang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94Al HaadiiالهادئYang Maha Pemberi Petunjuk
95Al BaadiiالبديعYang Indah Tidak Mempunyai Banding
96Al BaaqiiالباقيYang Maha Kekal
97Al WaaritsالوارثYang Maha Pewaris
98Ar RasyiidالرشيدYang Maha Pandai
99As ShabuurالصبورYang Maha Sabar

Baca Juga : Kata-kata Mutiara Islami ihwal Ilmu dan Belajar

D. Khasiat Asmaul Husna

Khasiat Asmaul Husna : Ar Rahman :
  • Menenangkan dan menentramkan hati
  • Mengharmoniskan rumah tangga
  • Menimbulkan simpati orang lain
  • Dikasihi dan dicintai Allah sepanjang waktu

Khasiat Asmaul Husna : Ar Rahim :
  • Membangkitkan daya tarik yang luar biasa
  • Menarik hati seseorang
  • Memikat pria/wanita idaman
  • Dicintai dan disayang Allah didunia dan akhirat

Khasiat Asmaul Husna : Al Malik
  • Membangkitkan wibawa dan daya kepemimpinan
  • Memudahkan meniti karir atau meraih jabatan tertentu

Khasiat Asmaul Husna : Al Quddus
  • Menghilangkan banyak sekali penyakit hati
  • Menghilangkan sifat tercela

Khasiat Asmaul Husna : As Salam
  • Menjamin keselamatan diri dan keluarga
  • Membantu lolos dari bencana
  • Selamat dari banyak sekali tragedi dan peristiwa jelek didunia dan akhirat

Khasiat Asmaul Husna : Al Mukmin
  • Menjamin keamanan diri dan keluarga
  • Menghilangkan stress berkepanjangan
  • Mendapat keamanan didunia dan akhirat

Khasiat Asmaul Husna Al Muhaimin
  • Memelihara dan menjaga kesehatan tubuh
  • Menjaga keluarga dan bawah umur dari imbas negatif
  • Menjaga diri dalam perjalanan

Khasiat Asmaul Husna Al Aziz
  • Membangkitkan kewibawaan
  • Mengatasi banyak sekali kesulitan

Khasiat Asmaul Husna Al Jabbar :
  • Menundukkan hati Musuh
  • Menjauhkan keberingasan orang yang dzalim

Hanya itu khasiat dari asmaul husna yang sanggup dibagikan. Untuk khasiat dari asmaul husna lainnya sanggup kau cari sendiri.

E. Cara Meneladani Asmaul Husna dalam Kehidupan Sehari-hari

Cara meneladani asmaul husna dalam kehidupan sehari-hari adalah, mengasihi ilmu pengetahuan, selalu gigih dalam mencari ilmu, dalam melaksanakan pekerjaan ingin selalu yang sempurna, teliti dalam berbuat, mau mendengarkan apa yang dikatakan orang lain sebagai masukan, dan selalu melihat dan mengamati dampak apa yang akan terjadi dan bisa mengatasinya.

Baca juga :

Demikianlah isu mengenai 99 Asmaul Husna dan Artinya, dalam bahasa Arab dan Indonesia, serta Khasiatnya. Semoga pengetahuan yang terdapat pada artikel ini bermanfaat bagi kita terutama umat muslim. Terima kasih telah membaca artikel ini dan supaya kita selalu berada dalam jalan yang lurus

Sabtu, 09 Februari 2019

Hukum Game Mobile Legend

0



Tanya :
Assalamu'alaykum Afwan jiddan ustadz, Mau tanya bgmn aturan brmain game online yg skrng sdang marak di klangan masyarakat sprti game mobile legend yg gmbarnya pun terlihat tak sopan.??
Jazakumullah

Jawaban :

Waalaykumussalaam Warahmatullaah wabarakaatuh..

Game Mobile Legend memang sedang digandrungi ketika ini. Sependek pemahaman kami, game tersebut yaitu produk game salah satu negara di Asia Tenggara, dimana bentuk game dan teladan permainannya yaitu perang antar pasukan.

Jika dilihat, memang ada beberapa model dalam game tersebut yang kurang pantas. Hendaknya para orang renta memperhatikan permainan anak anak mereka.

Yang jelas, permainan ini dengan segala macam jenis dan motivasinya yaitu sama saja, yakni sama-sama lahwun wa la’ibun (sesuatu yang melalaikan dan permainan), dan Allah Ta’ala menyebut segala kesenangan dunia dengan sebutan mata’ul ghurur (kesenangan yang menipu).

Ada pun Dinul Islam yaitu agama yang mengecam segala bentuk perbuatan yang melalaikan dan hiburan yang membuat hati lupa dengan akhirat.

“Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, suplemen dan bermegah- megah antara kau serta berbangga-bangga wacana banyaknya harta dan anak, menyerupai hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian flora itu menjadi kering dan kau lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di alam abadi (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allaah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al Hadid [57]: 20)

Rasulullaah juga memberi kode mendalam berkenaan kehidupan dunia yang fana ini,

يا أمة محمد والله لو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليلا ولبكيتم كثيرا..

"Wahai Ummat Muhammad! Demi Allaah, Seandainya kalian mengetahui apa yang saya ketahui, pasti kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.." (HR. Al Bukhari No. 1044)

Dunia Sementara, sedang Akhirat yaitu Selamanya.

Lantas, apakah itu berarti Islam mengharamkan segala bentuk permainan yang diciptakan insan untuk mereka atau untuk belum dewasa mereka, walau dilakukan hanya sesekali saja?

Pada dasarnya kasus keduniaan terkait dengan benda, yaitu halal kecuali ada dalil yang terang dan pasti wacana haramnya. Terdapat kaidah fiqh yang berbunyi :

الأصل في الأشياء الإباحة حتى يدل الدليل على التحريم

"Hukum asal segala sesuatu (benda) yaitu boleh, hingga ada dalil yang memperlihatkan keharamannya". (Imam As-Suyuthi, Al Asybah wa An Nadza'ir, hal. 108).

Kaidah ini, berasal dari penggalian para ulama terhadap nash-nash syariat. Kaidah ini bukan kaidah yang dibentuk sembarangan dan tidak bermuatan liberal. Sandaran nash kaidah ini ialah ayat dan hadits. Diantaranya :

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kau dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, kemudian dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah [2]: 29)

Imam As- Syawkani rahimahullah dalam Fathul Qadir-nya memperlihatkan catatan mengenai surat Al Baqarah ayat 29 ini :

قال ابن كيسان: “خلق لكم” أي من أجلكم، وفيه دليل على أن الأصل في الأشياء المخلوقة الإباحة حتى يقوم دليل يدل على النقل عن هذا الأصل، ولا فرق بين الحيوانات وغيرها مما ينتفع به من غير ضرر، وفي التأكيد بقوله: “جميعاً” أقوى دلالة على هذا

Berkata Ibnu Kaisan (yakni Thawus):

"Kalimat -kholaqo lakum- Menjadikan untuk kalian" yaitu lantaran kalian. Di dalamnya ada dalil bahwa aturan asal dari segala sesuatu ciptaan yaitu mubah (boleh) hingga tegaknya dalil yang memperlihatkan perubahan aturan asal ini. Tidak ada perbedaan antara hewan-hewan atau selainnya, dari apa-apa yang dengannya membawa manfaat, bukan kerusakan.

Hal ini dikuatkan lagi dengan firman-Nya : "jami’an -Semua-", yang memperlihatkan penunjukkan maksud yang lebih berpengaruh dalam hal ini. “ (As-Syawkani, Fathul Qadir, 1/ 64).

Selain ayat di atas, kaidah ini juga dikuatkan oleh hadits berikut :

الحلال ما احل الله في كتابه والحرام ما حرم الله في كتابه وما سكت عنه وهو مما عفا عنه

“Yang halal yaitu apa yang Allaah halalkan dalam kitab-Nya, yang haram yaitu yang Allaah haramkan dalam kitab-Nya, dan apa saja yang di diamkan-Nya, maka itu termasuk yang dimaafkan.” (HR. At Tirmidzi No. 1726.)

Juga hadits yang berkenaan dengan penyerbukkan kurma, ketika salah seorang sahabat bertanya mengenai kasus ini terhadap Nabi. Sabda Nabi ketika itu ialah :

أنتم أعلم بأمر دنياكم

"Kalian lebih mengetahui urusan Dunia kalian." (HR. Muslim No. 4358)

Syaikh Wahbah Zuhaili rahimahullaah :

فللعلماء المختصين الإجتهاد فيها، عملا بأن الأصل في الأشياء النافعة هو الإباحة، وفي الأشياء الضارة هو الحظر والمنع.

"Maka bagi para Ulama yang pakar, untuk berijtihad dalam urusan ini(urusan yang berkenaan dengan benda, yang tidak terdapat dalil syar'i yang mendetail). Tentu hal ini dilakukan lantaran aturan asal segala sesuatu yang bermanfaat, yaitu boleh. Dan asal segala sesuatu yang menimbulkan madhorot, yaitu terhalang dan terlarang." (Az-Zuhaili, Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, 8/6335. Maktabah Syamilah)

Karena itu, game serta hiburan dalam HP ini masih terkategori sebagai kasus yang boleh, kalau tidak ada pelanggaran syari'at di dalamnya.

Kalau begitu, bagaimana dengan hadits yang melarang permainan - permainan?

Dari Jabir Ibn ‘Umair radhiyallahu ‘anhu, bergotong-royong Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :

كُل شَيْءٍ لَيْسَ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَل فَهُوَ لَهْوٌ أَوْ سَهْوٌ إِلاَّ أَرْبَعَ خِصَالٍ : مَشْيُ الرَّجُل بَيْنَ الْغَرَضَيْنِ ، وَتَأْدِيبُهُ فَرَسَهُ ، وَمُلاَعَبَةُ أَهْلِهِ ، وَتَعَلُّمُ السِّبَاحَةِ

“Segala hal selain dzikir kepada Allaah ‘Azza wa Jalla yaitu termasuk permainan dan kelalaian, kecuali empat hal : berlatih panah, melatih kuda, bergurau dengan isteri, dan mencar ilmu berenang.” (HR. Ath Thabrani No. 1760.)

Dalam hadits ini hanya dibatasi empat macam permainan, seolah-olah selain empat hal ini yaitu perbuatan yang lalai dan bathil.

Sebenarnya, berdalil dengan hadits untuk mengharamkan permainan-permainan yaitu kurang tepat. Sebab, pada kenyataannya masih ada permainan lain yang tidak disebutkan dalam hadits ini, dan itu diperbolehkan Nabi.

Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari mengenai orang orang Habasyah yang bermain tarian pedang di masjid Nabawi ketika hari raya dan ketika itu Rasulullah dan ‘Aisyah pun melihatnya. Jelas sekali, permainan Habasyah ini yaitu selain empat hal di atas. Dan Rasulullaah mendiamkan perbuatan mereka(yang berarti ini belahan dari taqrir Rasulullaah, memperlihatkan boleh).

Maka, hadits ini sama sekali tidaklah memperlihatkan terlarang atau tercelanya permainan selain empat jenis itu.

Berkenaan dengan gambar, maka kita pastikan, apakah dalam game tersebut benar benar terdapat gambar/adegan yang tidak pantas ketika dimainkan atau tidak?

Jika iya, maka hal ini berbahaya bagi akhlaq dan kepribadian seorang Muslim, terlebih bagi anak anak generasi penerus kita.

Miris, ketika sebagian orang renta dengan gampang memperlihatkan anak banyak sekali fasilitas; dimana akomodasi itu disadari atau tidak melalaikan anak dan membuat anak kecanduan hiburan serta mempunyai huruf pemalas. Tentu ini melemahkan mental dan kepribadian generasi kaum muslimin dan ini yaitu kesalahan fatal dari para orang tua!

Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah memberikan beberapa prinsip dalam memanfaatkan permainan, dengan sebagai berikut :

(1) أن لا يشغل عن واجب من واجبات الدين.

(2) أن لا يخالطه قمار

(3) أن لا يصدر أثناء اللعب ما يخالف شرع الله.

Pertama. Tidak membuatnya sibuk sehingga lupa dari kewajiban-kewajiban agama.

Kedua. Tidak dicampur dengan taruhan.

Ketiga. Ketika bermain tidak terjadi hal-hal yang berselisihan dengan syariat Allah Ta’ala. (Fiqhus Sunnah, 3/514)

Bukan hanya rambu-rambu ini, mungkin sanggup ditambahkan dengan :

Keempat. Tidak dilakukan secara berlebihan dan keseringan alasannya yaitu akan membuat candu dan ketergantungan.

Kelima. Tidak hingga melupakan pekerjaan yang lebih bermanfaat.

Keenam. Tidak dicampur dengan perkataan kasar, sumpah serapah, dan bohong.

Ketujuh. Dilakukan di daerah pantas, bukan daerah yang menurunkan martabat.

Prinsip ini setidaknya menjadi filter, akan apa yang boleh menjadi hiburan bagi kita dan anak anak kita. Dalam hal ini, game mobile legend ini harus difilter terlebih dahulu dengan rambu rambu diatas.

Semoga Allaah Ta'ala menjaga kami, antum dan kaum Muslimin dari hiburan yang melalaikan..

Wallaahul musta'aan.

Sumber : www.instagram.com/ngaji_fiqh

____________________________________

Silahkan Share dengan mencantumkan sumber Muslimah Pengukir Peradaban
____________________________________

LIKE dan FOLLOW

Channel telegram : t.me/m2pid
Fanpage : https://www.facebook.com/muslimahpasuruanraya/
Instagram : @m2p_id
____________________________________

Kamis, 10 Januari 2019

Sabtu, 13 Oktober 2018

Salah Satu Satria Islam Terbesar

0



Salah satu pendekar besar Islam yang banyak dikenang dan diingat orang yaitu seorang panglima yang berjulukan Thariq bin Ziyad.

Thariq yaitu salah seorang panglima besar dalam sejarah Islam yang merupakan prajurit Kerajaan Umawiyah (Bani Umayyah). Tak banyak yang tahu ia yaitu seorang muallaf bekas budak dari bangsa Barbar.

Setelah Musa bin Nushair membuka jalan pasukan Islam di Afrika bab Utara (negeri Maghrib/Maroko), Thariq bin Ziyad, anak buah terbaik Musa menyempurnakannya dengan menaklukkan Andalusia.

Salah satu diam-diam mengapa agama Islam begitu diterima di wilayah-wilayah yang ditaklukkannya alasannya yaitu umat Islam tidak memperbudak dan bukan bertujuan mengusai, akan tetapi tujuannya yaitu membebaskan wilayah tersebut. Membebaskannya dari kezaliman penguasa dan hukum-hukum yang tidak adil.

Oleh alasannya yaitu itu, kita jumpai wilayah-wilayah yang ditaklukkan umat Islam, penduduk pribuminya berbondong-bondong memeluk agama Islam.

Sebelum umat Islam menguasai Andalus, daratan itu dikuasai oleh seorang raja zalim yang dibenci oleh rakyatnya, yaitu Raja Roderick. Di sisi lain, isu wacana keadilan umat Islam masyhur di masyarakat seberang Selat Gibraltar ini.

Oleh alasannya yaitu itu, orang-orang Andalusia sengaja meminta tolong dan memberi jalan kepada umat Islam untuk menggulingkan Roderick dan membebaskan mereka dari kezalimannya.

Thariq mulai masuk Andalus tahun 710 M. Dan pada 28 Ramadhan 92 H bertepatan dengan 18 Juli 711 M, pecah perang Sidonia selama 9 hari. Dan atas izin Allah kemenangan pertama umat Islam di Benua Eropa berhasil didapat dengan gilang gemilang.

Allahu Akbar!

Jumat, 03 Agustus 2018

Hukum Vaksin Berdasarkan Amir Hizbut Tahrir

0


Pertanyaan:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Saudari Anda seakidah dari kota La Neueve. Saya sampaikan kepada al-‘alim al-jalil Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah, amir Hizbut Tahrir hafizhahullah, sebagai berikut:


Saya seorang wanita Chechnya yang tinggal di Belgia semenjak 14 tahun lalu, di mana banyak masyarakat Chechnya di sana. Baru-baru ini banyak pembicaraan dan pertanyaan wacana vaksinasi bawah umur dalam pandangan Islam, yakni vaksinasi campak, polio, hepatitis, gondok, TBC dan vaksinasi jenis lainnya. Terlihat ada orientasi besar menentang vaksinasi dan imunisasi, dengan alasan adanya komplikasi yang terjadi akhir vaksinasi yang makin meningkat kasusnya. Juga bahwa vaksinasi ini yaitu dharar dan dihentikan dikenakan kepada bawah umur kita yang sehat. Lagi pula, berobat itu bukan fardhu, maka tak diragukan lagi imunisasi lebih-lebih lagi tidak fardhu. Mereka menyatakan bahwa vaksinasi berarti memindahkan mikroba ke badan anak dan ini yaitu haram. Bahkan kadang vaksinasi itu diambil dari hewan-hewan menyerupai monyet, misalnya. Begitulah alasan mereka.
Pertanyaannya: apa realitas vaksinasi dan apa aturan syara’ tentangnya? Apakah dalam Daulah al-Khilafah akan ada vaksinasi dengan aneka macam jenisnya? Perlu diketahui bahwa separo masyarakat Muslim di kami tidak memvaksinasi bawah umur mereka dan jumlah mereka terus meningkat. Akhirnya aturan syara’ yang terang dan besar lengan berkuasa sangat dinanti. Mohon ada klarifikasi dan uraian wacana itu, sesuai yang dapat Anda berikan. Semoga Allah memperlihatkan tanggapan yang lebih baik kepada Anda dan kaum Muslimin.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Jawab:
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Vaksinasi yaitu pengobatan. Berobat yaitu mandub, bukan wajib. Dalilnya yaitu sebagai berikut:
1. Imam al-Bukhari meriwayatkan dari jalur Abu Hurairah, ia menuturkan: Rasulullah saw bersabda:
«مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً»
Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Allah turunkan obat untuknya
Imam Muslim telah meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah dari Nabi saw, dia bersabda:
«لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ»
Untuk setiap peyakit ada obatnya, dan bila obat itu mengenai penyakit, maka sembuh dengan izin Allah azza wa jalla
Imam Ahmad telah meriwayatkan di dalam Musnadnya dari Abdullah bin Mas’ud:
«مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً، إِلَّا قَدْ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً، عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ، وَجَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ»
Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Allah turunkan obat untuknya, itu diketahui oleh orang yang pintar dan tidak diketahui oleh orang yang tidak punya ilmunya
Hadits-hadits ini di dalamnya ada petunjuk bahwa setiap penyakit ada obat yang menyembuhkannya. Hal itu biar menjadi dorongan untuk berusaha berobat yang mengantarkan kepada sembuhnya penyakit itu dengan izin Allah. Ini yaitu ajuan dan bukan wajib.
2. Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Anas, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ حَيْثُ خَلَقَ الدَّاءَ، خَلَقَ الدَّوَاءَ، فَتَدَاوَوْا»
Sesungguhnya Allah saat membuat penyakit, Allah ciptakan obatnya, maka berobatlah
Abu Dawud telah meriwayatkan dari Usamah bin Syarik, ia berkata, “Aku tiba kepada Rasulullah saw dan para sobat dia seakan-akan kepala mereka menyerupai burung. Lalu saya ucapkan salam kemudian saya duduk. Lalu seorang Arab Baduwi tiba dari sini dan situ. Mereka berkata, “Ya Rasulullah apakah kita berobat?”” Rasul bersabda:
تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً، غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ الْهَرَمُ»
Berobatlah kalian, lantaran sebetulnya Allah azza wa jalla tidak menempatkan penyakit kecuali juga Allah tempatkan obat untuknya, kecuali satu penyakit al-harmu
Yakni kematian.
Di dalam hadits pertama, Rasul memerintahkan berobat. Dan di dalam hadits kedua, Beliau saw menjawab kepada seorang Arab Baduwi dengan jawaban berobat. Dan usul kepada para hamba biar berobat, lantaran Allah tidaklah menempatkan penyakit kecuali Allah tempatkan obat untuknya. Seruan di dalam kedua hadits itu disampaikan dalam redaksi perintah. Perintah memberi pengertian tuntutan dan tidak memberi pengertian wajib kecuali bila perintah yang tegas. Ketegasan itu memerlukan indikasi yang menunjukkannya, sementara tidak ada indikasi itu di dalam kedua hadits tersebut yang memperlihatkan wajib. Ditambah bahwa dinyatakan hadits-hadits yang menyatakan bolehnya tidak berobat, yang menafikan pengertian wajib dari kedua hadits tersebut. Imam Muslim telah meriwayatkan dari Imran bin Hushain bahwa Nabi saw bersabda:
«يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ»، قَالُوا: وَمَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: «هُمُ الَّذِينَ لَا يَكْتَوُونَ وَلَا يَسْتَرْقُونَ، وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ»
“Ada 70 ribu orang dari umatkku masuk nirwana tanpa hisab.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah mereka Ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Mereka yaitu orang-orang yang tidak melaksanakan kay dan tidak meminta minta diruqyah (dijampi-jampi).”
Kay dan ruqyah termasuk pengobatan. Imam al-Bukhari juga meriwayatkan dari Ibn Abbas: ia berkata …. (yaitu) wanita hitam ini, ia tiba kepada Nabi saw kemudian berkata:
إِنِّي أُصْرَعُ، وَإِنِّي أَتَكَشَّفُ، فَادْعُ اللَّهَ لِي، قَالَ: «إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الجَنَّةُ، وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ» فَقَالَتْ: أَصْبِرُ، فَقَالَتْ: إِنِّي أَتَكَشَّفُ، فَادْعُ اللَّهَ لِي أَنْ لاَ أَتَكَشَّفَ، «فَدَعَا لَهَا…»
“Aku sakit ayan dan saya tersingkap (auratku bila kambuh) maka berdoalah kepada Allah untukku.” Rasul bersabda: “jika engkau mau engaku bersabar dan untukmu surga, dan bila engkau mau saya berdoa kepada Allah biar menyembuhkanmu.” Maka wanita itu menjawab: “saya bersabar saja”. Lalu ia melanjutkan: “saya tersingkap (auratku saat saya kambuh) maka berdoalah kepada Allah untukku biar saya tidak tersingkap.” Maka Rasul berdoa untuknya.”
Kedua hadits ini memperlihatkan bolehnya tidak berobat.
Semua itu memperlihatkan bahwa perintah yang dinyatakan “fatadâwû”, “tadâwû” bukan untuk wajib. Dengan begitu perintah di sini dapat mubah atau dapat juga mandub, sementara kuatnya dorongan dari Rasul saw untuk berobat, maka jadilah perintah berobat yang dinyatakan di dalam hadits-hadits itu yaitu untuk mandub.
Atas dasar itu, maka vaksinasi hukumnya mandub. Sebab vaksinasi yaitu obat dan berobat yaitu mandub. Namun bila terbukti jenis terntentu dari vaksinasi itu membahayakan, menyerupai bahannya rusak atau membahayakan lantaran suatu lantaran tertentu … maka vaksinasi dalam kondisi menyerupai ini menjadi haram, sesuai kaedah dharar yang diambil dari hadits Rasulullah saw yang telah dikeluarkan oleh imam Ahmad id Musnad-nya dari Ibn Abbas, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
«لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ»
Tidak boleh membahayakan orang lain dan diri sendiri
Hanya saja kondisi ini sangat sedikit …
Adapun dalam Daulah al-Khilafah, maka akan ada vaksinasi untuk aneka macam penyakit yang mengharuskan hal itu, menyerupai penyakit menular dan sejenisnya. Obat yang digunkan yaitu yang higienis dari segala kotoran. Sementara Allah SWT, Zat yang menyembuhkan.
﴿وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ﴾
dan apabila saya sakit, Dialah Yang menyembuhkan saya (QS asy-Syu’ara’ [26]: 80)
Sudah makruf secara syar’iy bahwa pemeliharaan kesehatan yaitu potongan dari kewajiban khalifah termasuk ri’ayah asy-syu’un sebagai praktek sabda Rasul saw:
«الإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ وَمَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»
Imam yaitu pemelihara dan dia bertanggungjawab atas pemeliharaannya (HR al-Bukhari dari Abdullah bin Umar)
Ini yaitu nas yang bersifat umum wacana tanggungjawab negara atas kesehatan dan pengobatan, lantaran merupakan potongan dari pemeliharaan yang wajib bagi negara.
Ada dalil khusus atas kesehatan dan pengobatan. Imam Muslim telah mengeluarkan dari jalur Jabir ia, berkata:
«بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ طَبِيبًا فَقَطَعَ مِنْهُ عِرْقًا ثُمَّ كَوَاهُ عَلَيْهِ»
Rasulullah saw mengutus kepada Ubay bin Ka’ab seorang tabib, kemudian tabib itu memotong nadinya dan dipanasi dengan benda yang dipanaskan (kay)
Al-Hakim telah mengeluarkan di Mustadrak dari Zaid bin Aslam dari bapaknya yang berkata:
«مَرِضْتُ فِي زَمَانِ عُمَرَ بِنَ الْخَطَّابِ مَرَضاً شَدِيداً فَدَعَا لِي عُمَرُ طَبِيباً فَحَمَانِي حَتَّى كُنْتُ أَمُصُّ النَّوَاةَ مِنْ شِدَّةِ الْحِمْيَةِ»
Aku sakit keras pada masa Umar bin al-Khaththab, kemudian Umar memanggil seorang tabib. Tabib itu memberi pantangan makannan kepadaku hingga saya menghisap biji lantaran kerasnya pantangan
Rasul saw dalam kapasitas dia sebagai seorang penguasa mengutus seorang tabib kepada Ubay bin Ka’ab. Umar ra sebagai khalifah Rasyid kedua memanggil seorang tabib untuk untuk mengobati Aslam. Keduanya merupakan dalil bahwa pemeliharaan kesehatan dan pengobatan termasuk potongan dari kebutuhan dasar rakyat yang wajib disediakan oleh negara secara gratis kepada orang diantara rakyat yang memerlukannya.
Saudaramu
Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah
15 Muharram 1435
18 November 2013

diambil dari :
Rangkaian Jawaban asy-Syaikh al-‘Alim Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah Amir Hizbut Tahrir atas Pertanyaan di akun Facebook Beliau
Judul asli: Realitas Vaksinasi dan Hukumnya

Jumat, 27 Juli 2018

Kemenangan Islam Yakni Komitmen Allah

0



Kemenangan Islam yaitu komitmen Allah, dengan atau tanpa kita. Jika kita tidak mengambil tugas perjuangan, niscaya akan ada yang  lain

Bukan Islam yang memerlukan kita, tapi kita lah yang membutuhkan Islam
Hidup yaitu pilihan. Teruslah melangkah, meski semua insan berhenti.
Teruslah melangkah, meski duri tajam mengoyak kaki

Pemenang yaitu orang yang terpelajar bersyukur dan berusaha bangun dari masalah. Bersiaplah menjadi pemenang. Pemenang dalam pertarungan sengit antar peradaban. Hanya akan ada satu peradaban yang memimpin dunia. It is time for khilafah to lead the world, the greatest ages ever

Karena hidup yaitu pilihan, maka kita dinasehati untuk menentukan tetap setia di jalan perjuangan, dan tetap terus berjuang meski semua insan berhenti dan duri tajam mengoyak kaki

Maksudnya, meski hambatan, tantangan dan rintangan terus menghadang, janganlah mundur dari gelanggang. Diingatkan juga bahwa generasi gres pejuang niscaya akan selalu lahir di setiap masa

Mereka tiba silih berganti. Yang muda menggantikan yang tua. Yang berpengaruh menggantikan yang lemah  dan yang mundur dari medan juang. Benarlah, dakwah memang tak pernah kehabisan pejuang

Pejuang sejati di setiap zaman selalu ada. Jika mereka lelah alasannya mengusung kebenaran, maka Allah akan menguatkan  kembali

Tapi jikalau mereka lelah alasannya terpengaruhi dunia, maka akan ada banyak pejuang yang rela menggantikannya

Dakwah tidak pernah kehabisan pejuang
Kereta dakwah akan terus melaju menghancurkan setiap penghalang dan akan berhenti di stasiun kemenangan.

Sabtu, 31 Maret 2018

Yauman Tsaqila

0



Oleh : KH. Hafidz Abdurrahman, MA.

Para sobat yang sudah dijamin nirwana oleh Allah, melalui verbal mulia Nabi-Nya pun selalu menangis, dan takut, kalau kelak amal perbuatan mereka tidak diterima oleh Allah SWT. Mereka takut, ketika “Yauman Tsaqila” amal yang mereka harapkan dapat menolong mereka ternyata sia-sia. Boleh jadi, alasannya yakni amal itu masih banyak dikotori dengan ketidakikhlasan, riya’, sum’ah dan kesombongan. Sesuatu yang sangat halus, dan begitu luar biasa lembutnya. Maka, ‘Umar pun berandai, “Laitani kuntu mansiya” [Andai saja saya dulu bukan siapa-siapa, dilupaka], ketika menjelang ajalnya tiba. Bahkan, Abu Bakar pun sempat berandai-andai menjadi burung, “Ya thairu, ma an’amaka, laitani kuntu mitslaka.” [Wahai burung, alangkah enaknya dirimu. Andai saja saya dulu menjadi menyerupai kamu.”

Semuanya itu, alasannya yakni mereka saking takutnya menghadapi “Yauman Tsaqila”. Kita pun mestinya sama. Takut, bagaimana nasib kita ketika menghadapi “Yauman Tsaqila” itu. Maka, sebagaimana sahabat, mereka bekerja keras, sampai mereka mampu berhaji dengan jalan kaki, dari Madinah ke Makkah, Makkah ke Madinah, tidak hanya sekali, bahkan lebih dari 20 kali. Mereka juga mampu berperang meski terik panas, dan demam isu kemarau, kering kerontang, dengan bekal yang sangat minim, alasannya yakni paceklik. Sebagaimana yang mereka lakukan bersama Nabi ketika Perang Tabuk, dan peperangan-peperangan lainnya. Semuanya itu untuk menjadi bekal menghadapi “Yauman Tsaqila”.

Maka, tercatat selama 10 tahun bersama Nabi, mereka pun lebih dari 79 kali berperang. Pun begitu, mereka malamnya selalu mujahadah, dan air mata mereka pun tumpah, alasannya yakni takut amal mereka yang begitu luar biasa itu tidak diterima, dan tak cukup untuk menghadapi “Yauman Tsaqila”. Mungkin alasannya yakni mereka paham hadits Nabi, sebagaimana dinukil oleh al-Hafidz Ibn al-Jauzi, “Andai saja Anak Adam mampu mengerjakan amal perbuatan 100,000 Nabi, 100,000 orang Shiddiq dan 100,000 Syuhada’, mereka mengira itu dapat menyelamatkan mereka dari neraka, padahal tidak.” Allah Akbar.

Semoga kita mendapat ampunan dari Allah atas dosa-dosa dan kekhilafan kita. Semoga amal kita diterima oleh Allah SWT, dan dengannya Allah menempatkan kita bersama Nabi dan para sahabatnya di dalam Jannah-Nya. Amin ya Rabbal al-Alamin


sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com