Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murahini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Tampilkan postingan dengan label #INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #INSPIRASI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Januari 2019

Takut Akan Penyakit Yang Timbul Dari Garam? Ini Cara Rasul Mengkonsumsi Garam

0




Nabi Muhammad Sholallohi 'alaihi wassallam  bersabda : "Sebaik-baik lauk yakni garam" (Al-Baihaqi).                     
SEBAIK BAIK LAUK ADALAH GARAM.                                               
Sangat bertentangan dengan dunia medis ketika ini yang menyampaikan bahwa makan garam dapat menjadikan banyak sekali penyakit menyerupai darah tinggi, dehidrasi, keropos tulang dan penyakit empedu, namun hal itu tidak akan terjadi jikalau Anda mengetahui cara mengkonsumsi garam dengan baik dan secara benar. Sesuai Sunnah Rasul.

Begini Cara Mengkonsumsi Garam Agar Terhindar Dari Penyakit (Ala Rasul)
Makara sesuai dengan hadist diatas yang menyatakan Garam bukanlah penyebab penyakit,
tapi malah obat yang paling mujarab seandainya dipakai dengan cara yang betul.

Kuncinya adalah
 GARAM TIDAK BOLEH DIMASAK !!!.                 
Ingat dilarang dimasak !!!
Kesalahan kita (kebanyakan orang  Indonesia) ialah kita memasak garam yaitu memasukkan garam ke dalam masakan ketika masakan sedang MENDIDIH/ PANAS.
Hal tersebut akan menjadikan garam menjadi racun/toksik… Jika garam dimasak dengan cara di atas, garam akan menyebabkannya ber-asid dan membahayakan kesehatan serta mengundang banyak sekali penyakit, selain itu kandungan yodium pada garam juga akan hilang dengan percuma. Ingat yodium sangat bermanfaat untuk kesehatan badan kita.

Begini Cara yang betul penggunaan garam supaya garam benar-benar menjadi obat bagi Anda, bukan jadi Penyakit
Masaklah kuliner yang ingin dimasak sehingga selesai.
Contohnya: sayur masukkan garam dalam masakan apabila kuliner dan airnya sudah berangsur dingin,atau dalam keadaan dingin.

Ingat  kuliner yang dimasak harus tanpa garam ingat tanpa garam !!!!!

Selagi makan, sediakan semangkuk garam dan taburkan di atas kuliner yang ingin dimakan sesuai selera masing2.
Garam yakni mineral bagi tubuh, “Banyak amalan yang dilakukan oleh para Salafus soleh ialah dengan mengambil garam sebelum memulai makan”

Garam dipakai sebagai pembuka makan dengan mengambilnya dengan ujung jari dan dimasukkan ke mulut.
INGAT GARAM ADALAH MINERAL !!!!         
Kelebihannya atau keuntungannya mengkonsumsi garam antara lain ialah:
 Mengobati lebih dari 70 penyakit, antara lain Darah tinggi, Diabetes, Tulang keropos, Gondokan, Pusing sakit kepala dll serta tidak akan mengalami keadaan mati mendadak.
Silakan sebarkan, sekiranya anda ingin orang-orang yang anda cintai menjadi sehat.

Berbagai penyakit yang disinyalir timbul akhir garam menyerupai tanda-tanda jantung dan tekanan darah tinggi yakni akhir dari penggunaan garam yang salah. Dan berlebih.
Karena kalau memasak jangan dikasih garam.. Ingat garam jangan dimasak.

Insyaallah penyakit darah tinggi,  jantung   bisa dihindari dengan cara makan yg baik.

Makara kesimpulannya yg benar garam itu adanya dimeja makan bukan didapur.

MARILAH BERUBAH AGAR SEHAT SEMUA.

ORANG ASING LEBIH AWAL MENGGUNAKAN GARAM SELALU DI MEJA
Semoga bermanfaat

Mari Tundukan Kepala Sejenak : Mana Yg Didahulukan, Mendidik Anak Menjadi Sholeh Atau Pintar....?

0



Oleh : Ustad Ismail Yusanto

Kisah ini layak jadi pertimbangan

Seorang Bapak kira-kira usia 65 tahunan duduk sendiri di sebuah  lounge bandara Halim Perdana Kusuma, menunggu pesawat yang akan menerbangkannya ke Jogja.

Kami bersebelahan hanya berjarak satu bangku kosong. Beberapa  menit kemudian ia menyapa saya.

“Dik hendak ke Jogja juga?”
“Saya ke Blitar via Malang, Pak. Bapak ke Jogja?”
“Iya.”
“Bapak sendiri?”
“Iya.” Senyumnya datar. Menghela napas panjang. “Dik kerja dimana?” “Saya serabutan, Pak,” sahut saya sekenanya.
“Serabutan tapi mapan, ya?” Ia tersenyum.
“Kalau saya mapan tapi jiwanya serabutan.” Saya tertegun. “Kok begitu, Pak?”

Ia pun mengisahkan, istrinya telah meninggal setahun lalu. Dia mempunyai dua orang anak yang sudah besar-besar. Yang sulung sudah mapan bekerja di Amsterdam. Di sebuah perusahaan farmasi terkemuka dunia.  Yang bungsu, masih kuliah S2 di USA.

Ketika ia berkisah ihwal rumahnya yang mentereng di daerah elit Pondok Indah Jakarta, yang hanya dihuni olehnya seorang, dikawani seorang satpam, 2 orang pembantu dan seorang sopir pribadinya, ia menyeka airmata di kelopak matanya dengan tisue.

“Dik jangan hingga mengalami hidup menyerupai saya ya. Semua yang saya kejar dari masa muda, sekarang hanyalah kesia-siaan. Tiada guna sama sekali dalam keadaan menyerupai ini. Saya tak tahu harus berbuat apa lagi. Tapi saya sadar, semua ini akhir kesalahan saya yang selalu memburu duit, duit, dan duit, hingga lalai mendidik anak ihwal agama, ibadah, silaturrahmi dan berbakti pada orang tua.

Hal yang paling menyesakkan dada saya yaitu dikala istri saya menjelang meninggal dunia alasannya sakit kanker rahim yang dideritanya, anak kami yang sulung hanya berkirim SMS tak dapat pulang mendampingi ajal mamanya gara-gara harus meeting dengan koleganya dari Swedia. Sibuk. Iya, sibuk sekali…. Sementara anak bungsu saya mengabari via WA bahwa ia sedang mid - test di kampusnya sehingga tidak dapat pulang...”

“Bapak, Bapak yang sabar ya….”
“Bapak, Bapak yang sabar ya….”
Tidak ada kalimat lain yang dapat saya ucapkan selain itu.
Ia tersenyum kecut. “Sabar sudah saya jadikan lautan terdalam dan terluas untuk membuang segala sesal saya dik...
Meski telat, saya telah menginsafi satu hal yang paling berharga dalam hidup manusia, yakni sangkan paraning dumadi. Bukan bahan sebanyak apa pun. Tetapi, dari mana dan hendak ke mana kita akhirnya. Saya yakin, hanya dari Allah dan kepada-Nya kita kembali. Di luar itu, semua semu. Tidak hakiki... Adik dapat menyebabkan saya rujukan kegagalan hidup insan yang merana di masa tuanya….” Ia mengelus pundak saya –saya tiba-tiba teringat ayah saya.

Spontan saya memeluk Bapak tsb..
Tak sadar menetes airmata..
Bapak bau tanah tersebut juga meneteskan airmata.

Kejadian ini telah menyadarkan aku, bahwa mendidik anak tujuan utamanya harus shaleh bukan kaya. Tanpa kita didikpun rejeki anak sudah dijamin oleh Tuhan, tapi tidak ada jaminan ihwal keimanannya, orang bau tanah yg harus berusaha untuk mendidik dan menanamkannya.

Di pesawat, seusai take off, saya melempar pandangan ke luar jendela, ke kabut-kabut yang berserak bergulung-gulung, terasa diri begitu kecil lemah tak berdaya di hadapan kekuasaan-Nya.

HIDUP ITU SEDERHANA SAJA. MENCARI REZEKI JANGAN MENGEJAR JUMLAHNYA TAPI KEJAR BERKAHNYA.

Semoga bermanfaat

Selasa, 27 Februari 2018

Ide Menghias Dinding Anda Dengan Kayu Daur Ulang

0


Kami selalu membuang barang daur ulang kami, kami tidak pernah memikirkan bagaimana menggunakannya kalau Anda melihat Gagasan Menghias Dinding Anda dengan Kayu Daur Ulang. Anda akan menemukan ilham untuk memakai kayu daur ulang Anda untuk menghias dinding rumah Anda. Saya tidak membuangnya, aku menggunakannya untuk membawa perubahan di dinding saya. Ide-ide ini tidak akan pernah mengambil ruang kamar Anda. Sangat gampang untuk menempatkan di dinding. Satu-satunya hal yang Anda butuhkan yaitu mendapat ide. Dan kami mempunyai Ide untuk Menghias Dinding Anda dengan Kayu Daur Ulang











Selasa, 07 November 2017

Toilet Di Era Kejayaan Khilafah / Islam, Menyerupai Apa?

0


Travelblog.viator.com
Kebersihan ialah salah satu bab inti aliran Islam Toilet di Masa Kejayaan Khilafah / Islam, Seperti Apa?
Kebersihan ialah salah satu bab inti aliran Islam. Bahkan, dianggap sebagai bab dari dogma seseorang. Sayangnya, sangat sedikit literatur Barat yang mengupas hal ini, terutama ketika menulis ulang perihal sejarah sanitasi.

Padahal semenjak kala ke-10, jauh sebelum Barat mengenal toilet menyerupai yang kita kenal sekarang, apa yang ditemukan dalam kamar mandi dan praktik kebersihan di hampir semua wilayah kekuasaan kaum Muslim dapat bersaing dengan apa yang dikembangkan ketika ini. Pada kala ke-13, ilmuwan Muslim al-Jazari, menulis sebuah buku yang menjelaskan perangkat mekanis, termasuk alat untuk berwudhu. Alat ini bersifat mobile, dan bahkan biasa dilakukan untuk melayani para tetamu.

Air memang menjadi pembersih utama dalam tradisi Islam. Air mensucikan. Toilet-toilet pada masa kejayaan Islam di Abad Pertengahan ialah model toilet 'basah' menyerupai yang kita kenal ketika ini.

Sabun, bab yang tak terpisahkan dari sanitasi, juga ditemukan pada masa keja yaan Islam. Masyarakat di bawah kekua saan Usmaniyah biasa menciptakan sabun sen diri, dengan mencampur minyak (biasanya minyak zaitun) dengan al-qali, yaitu sejenis garam. Keduanya direbus untuk mencapai adonan yang tepat, dibiarkan mengeras, dan jadilah sabun batangan. Sabun ini dipakai di hammam, rumah pemandian umum.

Al-Kindi juga menulis sebuah buku perihal parfum yang disebut Book of the Chemistry of Perfume and Distillations. Dia dikenal sebagai filsuf, tapi juga seorang apoteker, opthalmologist, fisikawan, mate matikawan, mahir geografi, astronom, dan mahir kimia.
Bukunya berisi lebih dari seratus re sep untuk minyak, salep, dan air aroma tik. Tradisi pembuatan parfum lalu tersebar ke aneka macam penjuru dunia; dengan menyuling tanaman dan bunga dan mem buat parfum dan zat untuk keperluan farmasi.
Dinasti Usmaniyah didirikan pada 1299 di Anatolia barat laut, dan bertahan hingga tahun 1923. Pada puncak kejayaannya tahun 1683, Dinasti Usmaniyah menguasai hampir seluruh pantai Afrika di Laut Tengah, kedua tepi Laut Merah, Eropa tenggara termasuk Balkan dan sebagian besar Bulgaria dan Rumania ketika ini, Turki, dan Irak ketika ini.

Di daerah-daerah yang dikuasai, tradisi Islam turut disebarkan, termasuk pentingnya menjaga kebersihan. Sejarah mencatat, ketika mereka menguasai Konstan tino pel, salah satu yang dibenahi ialah urusan buang hajat ini. Mereka membangun 1.400 toilet umum, ketika tak satupun WC ditemukan di seantero Eropa. 
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com