Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murahini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Tampilkan postingan dengan label #IslamRahmatanLilAlamin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #IslamRahmatanLilAlamin. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Januari 2019

Ikutilah Kajian Bersama Dr. Kh. Syahrir Nuhurn Lc., M.Thi (Pakar Hadits/Alumni Al Azhar Kairo, Mesir)

0



Senin 28 Januari 2019, Ba'da Magrib
Masjid Al Ihsan, Bulu Rokeng Permai, Makassar
https://goo.gl/maps/vXrx1ybaaB92
Kajian Tafsir Ayat Pilihan

Selasa 29 Januari 2019, Ba'da Magrib
Masjid Nurus Samawat, AURI Mandai, Makassar
https://maps.app.goo.gl/1P1wb
Kajian Kitab Arbain Nawawiyah

Rabu 30 Januari 2019, Ba'da Magrikb
Masjid Al lkhlas, AURI Daya, Makassar
https://maps.app.goo.gl/kCMB2
Kajian Kitab Syarah Al Hikam

Kamis 31 Januari 2019, Ba'da Magrib
Masjid Babus Salam, Bumi Permata Sudiang, Makassar
https://maps.app.goo.gl/dw1NN
Kajian Fikih

Jumat 1 Februari 2019, Ba'da Isya
Masjid Al lkhlas, Paccerakkang Permai, Makassar
https://maps.app.goo.gl/UMncC
Kajian Fikih

Sabtu 2 Februari 2019, Ba'da Subuh
Masjid Jami Nurul Iman, Telkomas, Makassar
https://maps.app.goo.gl/s2AzT
Kajian Tafsir

Sabtu 2 Februari 2019, Ba'da Magrib
Masjid At Taqwa, BTP Blok H, Makassar
https://maps.app.goo.gl/1y7Da
Kajian Fikih
Kajian Fiqih

Ahad,3 Februari 2019, Ba'da Subuh
Masjid Al Muhajirin, Bung Permai, Makassar
https://maps.app.goo.gl/xiRrQ
Kajian Hadits

Ahad 3 Februari 2019, Ba'da Magrib
Masjid Ni'matullah, BTN Tirasa, Makassar
https://maps.app.goo.gl/yuV1N
Kajian Fikih

======================
Ikuti Update Kajian
KH. Syahrir Nuhun di:
https://www.instagram.com/syahrirnuhun
https://www.fb.com/syahrir.nuhun.5

======================
Tonton Video Kajiannya
di Youtube Halqah Islam:
https://www.youtube.com/channel/UCz0Of3po9lVo8BSfZIGQH7Q

Sabtu, 29 Desember 2018

*Kereta Waktu Islam Di Stasiun Eropa*

0



By : Kafil Yamin

DULU, orang Eropa itu busuk alasannya jarang mandi – bahkan hingga sekarang. Ketika pasukan Islam masuk ke tempat itu via Spanyol dan Prancis masa ke-8, mereka harus banyak tutup hidung jikalau berpapasan dengan orang-orang setempat.

Ada yang tidak begitu bau, yakni kalangan istana: Para pangeran, putri dan petinggi kerajaan. Bau tubuh mereka tertutupi pewangi yang hanya digunakan kalangan istana.

Ketika pada masa pertengahan orang-orang Eropa berkunjung ke negeri-negeri Muslim, mereka heran kenapa warga masyarakat biasa pun tidak berbau badan. Bahkan ketika mereka menjumpai para petani Muslim di Badhdad, Turki, Mesir, Maroko, yang sedang bekerja di kebun-kebun, mereka tak mencium busuk keringat mirip umumnya terendus dari warga kelas bawah Eropa yang melaksanakan pekerjaan serupa.

Selidik punya selidik, orang-orang Eropa itu mendapati bahwa setiap Muslim sedikitnya mandi dua kali sehari dan bertaharah 5 kali sehari. Orang-orang Islam mempraktikkan cara hidup bersih wal sehat itu dari pedoman Islam dan pola Rasulullah Muhammad.

Invasi Muslim ke Eropa membawa peradaban dan cara hidup bersih dan sehat. Masa itulah pertama kali orang Eropa mengenal gosok gigi sehabis makan. Orang-orang Islam memperkenalkan siwak, yang terbuat dari ranting pohon Miswak yang wangi dan sekaligus menjadi materi pasta gigi. Satu ujungnya dipukul-pukul sehingga membentuk mata sapu kecil. Itulah yang digunakan menggosok gigi. Masa itu, orang-orang Eropa membersihkan ekspresi sehabis makan hanya dengan kumur-kumur.

*Eropa gres memproduksi sikat gigi secara massal pada masa 18.*

Orang Islam membawa bahan-bahan pencerahan Eropa.  Peradaban Islam mirip kereta waktu dengan aneka macam gerbong yang menjelajahi aneka macam peradaban, memuat aneka barang dan pengetahuan dari persinggahan-persinggahan itu, dan membongkar semua muatannya di Eropa.

Yang paling dasar yakni pengenalan angka, yakni Arabic numeral, yang mudah dan friendly user. Orang Islam sendiri menamakan sistem angka mereka sebagai ‘angka India’, alasannya memang diadopsi dari sistem angka India. Tapi orang Islam menambahkan nol padanya. Dan tanpa angka nol, tak mungkin ada matematika dan geometri. Dan tanpa matematika , tak mungkin ada ilmu astronomi, ilmu fisika, ilmu ekonomi, alasannya ilmu-ilmu itu meniscayakan rumus-rumus yang diadopsi dari matematika atau aljabar.

Sebelum kedatangan Islam, orang Eropa memakai penomoran Romawi, yang tidak mudah dan tak mungkin sanggup digunakan dalam matematika alasannya tidak mengenal pecahan, desimal, dan angka nol.

Jika seorang Eropa hari ini menerawang acara sehari-harinya jauh ke masa silam, mereka akan melihat sumbangsih Islam. Seseorang bangun, mandi dan gosok gigi, maka alat yang digunakan untuk menggosok gigi itu diperkenalkan orang Islam. Lalu ia menengok jam – jam dinding atau jam tangan – maka alat itu pun diciptakan dan dibawa ke sana oleh orang Islam. Lalu ia menum kopi, kopi pun, beserta alat perasnya, diciptakan dan dibawa ke sono oleh orang Islam. Lalu ia membaca koran yang terbuat dari kertas. Kertas pun diperkenalkan kesana oleh orang Islam. Kertas memang ditemukan di China, tapi orang Islam memperhalusnya dan memproduksinya secara massal.

Lalu orang Eropa mempelajari aneka macam ilmu pengetahuan, yang dibawa orang Islam. Eropa memang punya khazanah ilmu pengetahuan Yunani, tapi tanpa tangan-tangan para sarjana Islam yang menerjemahkannya kedalam bahasa Arab, mereka tak akan menjumpai satu abjad pun dari khazanah keilmuan Yunani itu.

Semua ilmuwan dan pemikir Eropa yang muncul sehabis pudarnya masa keemasan Islam, telah lebih dulu mempelajari naskah-naskah para sarjana Islam dalam bahasa Arab, alasannya tak barang satu lembar naskah Yunani kuno tersisa.

Tapi para sarjana Eropa tak mau mengungkapkan bahwa mereka mencar ilmu dari kitab-kitab berbahasa Arab. Kenapa? Pertimbangan keselamatan dan keamanan. Masa-masa itu gereja sangat berkuasa, jikalau ada ditemukan seseorang membaca naskah orang Islam mereka akan segera dituduh murtad dan dihukum mati. Sejak perang salib, anti-Islam itu makin menguat dan memaksa para ilmuwan menghilangkan jejak-jejak Islam dalam ilmu pengetahuan yang mereka kembangkan.

Nicolaus Copernicus, yang lahir di Torin tahun 19 Februari 1473, dan meninggal di Frombork 25 Mei 1543, membuatkan teori Heliosentrisme, yakni perputaran planet-planet tata surya dengan Matahari sebagai pusatnya. Teori ini menghancurkan teori sebelumnya, yakni Geosentris, yang menganggap bumi sebagai sentra tata surya.

Untuk hingga ke teori itu, ia membaca ribuan naskah astronomi semenjak zaman Yunani kuno, hingga zaman mutakhir masa ke-emasan Islam. Semua naskah yang dibahasanya berbahasa Arab, alasannya tak barang satu naskah kuno Yunani tinggal utuh dalam bahasa aslinya.

*Sketsa al-Biruni ihwal pergeseran bulan*

Namun Copernicus pun seorang kanon gereja. Gereja bukan saja memusuhi Islam, tapi juga para ilmuwannya sendiri yang pemikirannya bertentangan dengannya. Karena itu, Copernicus menyembunyikan referensi-referensi Arab dalam penulisan teorinya.

Ketika Isaac Newton bilang: “We stand on the shoulders of giants”, beliau ingin jujur bahwa temuan-temuannya berdasar pada karya-karya akbar sebelumnya, tapi beliau tak mau sebutkan siapa si giants itu. Toh semua orang sanggup mafhum bahwa Newton merujuk kepada para sarjana Muslim, alasannya tidak ada giants Eropa pada masa itu.

Yang dimaksud si gajah oleh Isaac Newton itu tak diragukan lagi Ibnu al-Haitham, ilmuwan Muslim dari Mesir, alasannya Haitham lah yang menemukan teropong. Dengan temuannya ini Haitham mementahkan anggapan sebelumnya bahwa mata memancarkan cahaya pada objek yang dilihat sehingga objek tersebut sanggup terlihat oleh si pelihat. Haitham menujukan justru objek lah yang memantulkan cahaya kepada mata si pelihat.

Haitham lantas melaksanakan eksperimen ihwal sifat cahaya dalam kamar gelap, yang disebut ‘kamara’. Kata Arab inilah yang menjadi nama alat potret yang disebut camera.

Teori dan ujicoba ihwal cahaya Haitham inilah yang dijadikan sandaran Newton.

Abu Rayhan Biruni, lahir 15 September 973 dan meninggal 13 Desember 1048, menciptakan penelitian radius bumi sejauh 6.339,6 kilometer. Ini penelitian radius bumi pertama kali dalam sejarah sains. Penelitian ini lalu jadi rujukan utama bagi penelitian-penelitian geografi selanjutnya di Eropa dan Amerika.

Fatima al-Fihri, 851 Masehi, berusia 23 tahun ketika mulai membangun universitas yang lalu menjadi akademi tinggi pertama di dunia mirip yang kita kenal sekarang.

Perguruan tinggi itu, yang didirikan di kota Fes, Maroko, yakni bab dari mesjid yang dibangunnya berjulukan Al Karaouine, mesjid terbesar di Afrika Utara. Selama pembangunan mesjid dan kampus itu, ia berpuasa tanpa henti hingga pembangunan betul-betul rampung, selama 13 tahun!

Al-Karaoine terbukti sangat berreputasi sebagai sentra pendidikan dan spiritual terkemuka. Di zaman ini, ia masuk Guinness Book of World Record sebagai akademi tinggi tertua yang masih berjalan hingga sekarang.

Dari al-Karaouine lahir pemikir-pemikir besar, antara lain Al-Abbas al-Zwawi, Abu Madhab Al-Fasi, pencipta teori jurisprudensi madzhab Maliki, dan Leo Africanus, a penjelajah dan penulis termasyhur.

Sutaita al-Mahamli, hidup pada pertengahan masa 10, yakni andal matematika perempuan di Bagdhad. Ia sering jadi saksi andal di pengadilan untuk menghitung kerugian dalam sebuah persengketaan ihwal property. Tentu keahliannya bukan hanya matematika, tapi juga sastra Arab, Fiqh dan hadits.

Itu sekedar menyebut dua dari ribuan tokoh perempuan dalam sejarah masa pertengahan, masa ketika kaum perempuan Eropa merupakan makhluk paling terkungkung dalam masyarakat berperadaban di dunia. Mereka tak boleh membuka ekspresi di gereja, alasannya mirip diterangkan injil, “it is disgraceful for a woman to speak in the church” (vv. 33-35).

Dan, sementara Islam mengharuskan penghormatan kepada ibu tiga kali lebih banyak daripada kepada bapak, di Eropa, mirip dijelaskan St. Thomas of Aquinas [1225-1274]: “Children ought to love their Father more than they love their mother.”

Berikut ini yakni delapan dari ribuan warisan peradaban Islam yang masih melayani kita hari ini:

1. *Bedah*. Sekitar tahun 1000, doktor Al-Zahrawi menerbitkan buku setebal 1,500 halaman yang merupakan ensiklopedi bedah yang lalu digunakan di Eropa selama lebih dari 5 masa selanjutnya. Zahrawi antara lain menemukan penggunaan benang halus untuk menjahit luka sehabis pembedahan dan teknik menghilangkan bekas jahitan operasi.  Dia juga dokter pertama yang menangani kelahiran secara sesar dengan memakai gunting.

2. *Kopi*. Entah semenjak kapan kopi menjadi minuman sehari-hari sekaligus multiguna di Barat. Untuk bersantai, orang minum kopi. Untuk menciptakan tubuh sekaligus suasana hati [mood] lebih segar, orang minum kopi. Untuk menghangatkan badan, orang minum kopi. Tapi kopi bukan hasil bumi Eropa dan juga bukan industri tempat itu. Orang Islamlah yang membawa kopi ke Eropa masa 16.

Kopi pertama kali diproses-peras di Yaman masa 9. Syahdan, kopi pada masa-masa awalnya digunakan kaum sufi semoga tetap melek sepanjang malam untuk berdzikir, berdo’a, dan muqarrabah.

Kemudian kopi dibawa ke Kairo oleh para pelajar. Segera komoditi ini menjadi termasyhur di seantero kerajaan. Abad ke-13, kopi mencapai Turki. Baru masa ke-16 para pedagang Venesia lalu membawanya ke Eropa via Itali.

3. *Mesin Terbang*. Abbas bin Firnas yakni orang pertama yang berusaha menciptakan mesin terbang dan benar-benar terbang di masa 9. Sebuah rancangan garang menyerupai burung dicoba di Cordoba, Spanyol. Mesin terbang berjulukan Firnas itu terbang beberapa saat, sebelum jatuh ke bumi dan sebagian badannya pecah. Rancangan ini lalu menjadi ide bagi Leonardo Da Vinci yang menggambar rancangan pesawat terbang beberapa tahun kemudian.

4. *Aljabar*. Kata ini berasal dari judul kitab matematika Persia termasyhur masa ke-9 ‘Kitab al-Jabr Wa l-Mugabala’ yang artinya ‘buku budi sehat dan keseimbangan’. Dibuat menurut sistem Yunani dan Hindu, susunan aljabar gres menyatukan sistem tersebut untuk bilangan rasional, bilangan irasional dan besaran geometri. Matematikawan lain, Al-Khwarizmi, juga orang pertama yang memperkenalkan konsep deret ukur kedalam daya.

5. *Optik*. Banyak kemajuan penting dalan studi optik berasal dari dunia Islam. Seperti telah disinggung sebelumnya, sekitar tahun 1000, Ibn Al-Hitham pertanda bahwa insan melihat objek dengan pantulan cahaya yang mengenai mata mereka. Ini mementahkan teori Ptolemy dan Euclid bahwa mata lah yang memancarkan cahaya ke objek yang dilihat. Psikawan besar ini juga penemu kamera, yang menjelaskan bagaimana mata melihat terbalik alasannya hubungan antara saraf optic dengan otak.

6. *Musik*. Eropa kini yakni kiblat musik dunia, namun ini sanggup terjadi alasannya para musisi Muslim membawa musik ke tempat itu, baik dalam bentuk instrument, kehalian maupun teori. Nama-nama not : do, re, mi, fa, sol, la, si, do, diambil dari alfabet Arab: dal, ra, mim, fa, shad, lam, siin.

Musisi Muslim membawa gitar arab ebor ke Spanyol masa 9. Disana dimodifikasi
jadi gitar dalam bentuknya yang sekarang. Selain itu yakni rahab, yang lalu berubah menjadi biola.

7. *Engkol*. Cara kerja otomatis pada aneka macam alat zaman kini bersumber pada sistem saling putar roda yang dibangun para teknolog Muslim. Mereka mengkonversi gerak melingkar menjadi gerakan linear yang di kita disebut engkol. Konversi itu menyebabkan acara mengangkat benda-benda berat menjadi ringan – mirip pada mengayuh sepeda. Cara kerja dan tekonologi engkol ditemukan Al-Jazirin pada masa 12. Dari sini lahir sepeda dan mesin pembakaran.

8. *Rumah sakit*. Rumah sakit mirip yang kita kenal kini diawali di Mesir pada masa 9. Pusat pengobatan itu berjulukan Rumah sakit Tulun, didirikan oleh Ahmad ibn Tulun tahun 872 di Kairo. Rumah sakit ini menyediakan layanan pengobatan gratis – sebuah kebijakan yang umum di aneka macam pemerintah Muslim ketika itu – bahkan hingga sekarang.

*Invasi Islam sekarang*

Hari ini, kembali Islam menginvasi Eropa, tapi tidak dengan pedang dan kekuatan peradaban mirip dulu, melainkan dengan shalat!

Di Paris, Prancis, lima sekali sehari seluruh kota nyaris terhenti dari aneka macam acara alasannya jalan-jalan dipenuhi orang-orang shalat berjama’ah. Kenapa tidak di mesjid? Karena mesjid-mesjid sangat tak cukup menampung jama’ah yang bertambah setiap hari.

Hal yang sama terjadi di kota-kota lain di Eropa: London, Frankfurt, Moskow.

Dulu Islam mengarahkan Eropa ke peradaban dunia yang terang. Kini, kaum Muslimin menghadapkan Eropa ke wajah Allah.

Agustus 15, 2012

Rabu, 16 Mei 2018

Marhaban Ya Ramadhan

0

Marhaban ya Ramadhan… Bulan suci penuh berkah telah tiba. Saatnya untuk lebih mendekatkan diri pada-Nya. Menjauhi keburukan dan memperbanyak ibadah pada-Nya. Semoga Bulan Ramadhan Tahun ini,  menjadi Ramadhan terakhir sebelum Tegaknya Syariat Islam Secara Kaffah dalam bingkai Khilafah. Dengan segala kerendahan hati, kami haturkan mohon maaf lahir & batin atas segala salah dan khilaf…. Selamat tiba bulan suci Ramadhan





Jumat, 13 April 2018

Bulan Rajab, Isra’ Mikraj Dan Keruntuhan Khilafah

0



Setidaknya ada dua insiden besar di bulan Rajab ini. Pertama: Peristiwa Isra’ Mikraj, yang diyakini terjadi tanggal 27 Rajab. Peristiwa yang terjadi sekitar 14 masa kemudian ini diabadikan pribadi dalam al-Quran (QS al-Isra’ [17]: 1). Pada dikala itu Baginda Nabi Muhammad saw. diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di al-Quds (Palestina), kemudian dilanjutkan dengan menembus lapisan langit tertinggi (Sidratul Muntaha’). Semua itu ditempuh dalam sehari-semalam. Peristiwa itu begitu istimewa. Karena itu, hampir setiap tahun, tanggal tersebut dijadikan momentum oleh sebagian kaum Muslim untuk mengadakan Peringatan Isra’ Mikraj.
Kedua: Peristiwa Keruntuhan Khilafah Islamiyah. Peristiwa ini juga terjadi pada bulan Rajab, 89 tahun lalu, tepatnya tanggal 28 Rajab 1342 H. Berbeda dengan Isra’ Mikraj yang memang merupakan insiden besar yang pribadi dialami Baginda Nabi saw. dan diabadikan al-Quran, keruntuhan Khilafah yakni insiden yang dianggap ‘tidak terlalu penting’ oleh kaum Muslim. Padahal insiden tersebut berafiliasi dengan salah satu warisan yang ditinggalkan Baginda Nabi saw. Ya, Khilafahlah pelanjut sistem pemerintahan Islam yang pondasi dan pilar-pilarnya dibentuk dan dipraktikan Baginda Rasulullah saw. dikala dia memimpin Daulah Islam di Madinah.
Sebagaimana kita ketahui, tidak usang setelah insiden Isra’ Mikraj (hanya sekitar setahun), terjadi insiden besar yang juga tidak dapat dilupakan kaum Muslim, yakni insiden hijrah Nabi saw. dan kaum Muslim ke Madinah. Peristiwa ini tentu penting alasannya menjadi tonggak pertama tegaknya Daulah Islam yang dipimpin pribadi oleh Nabi saw. sebagai kepala negaranya. Sejak Nabi memproklamirkan berdirinya Daulah Islam di Madinah, kaum Muslim mempunyai institusi negara yang menjadi pelayan, pengayom dan pelindung mereka. Melalui Daulah Islam pula hukum-hukum Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan dan Islam disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.
Setelah Nabi saw. wafat, kepemimpinan negara kemudian beralih ke tangan Abu Bakar ash-Shiddiq sebagai khalifah (kepala negara) pertama. Khalifah Abu Bakar ra. mengawali era Khulafaur Rasyidin. Sejak itu era Kekhilafahan Islam dimulai. Era Khulafaur Rasyidin kemudian berakhir, kemudian digantikan oleh era Khilafah Umayyah. Era Khilafah Umayyah kemudian diganti oleh era Khilafah Abbasiyyah. Selanjutnya, era Khilafah Abbasiyyah diganti oleh era Khilafah Utsmaniyah. Sayang, era Khilafah Utsmaniyah ini harus berakhir tragis alasannya diruntuhkan oleh tangan-tangan penjajah Barat, yakni Mustafa Kamal Attaturk, sempurna tanggal 28 Rajab, 89 tahun lalu. Inilah yang menandai insiden penting kedua di bulan Rajab.
Karena itu, selain diingatkan dengan insiden Isra’ Mikraj, bulan Rajab juga memperlihatkan kesempatan bagi kaum Muslim untuk merenungkan kembali kewajiban mereka terkait dengan upaya menegakkan kembali Khilafah yang runtuh semenjak 89 tahun kemudian itu.
Setelah Khilafah Runtuh
Keruntuhan Khilafah pada 28 Rajab 1342 H benar-benar telah melenyapkan pemerintahan menurut Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Muhammad saw. dari muka bumi ini. Akibatnya, semenjak dikala itu hingga kini segala perkara kaum Muslim makin meningkat, bahkan makin bertambah. Musuh-musuh kaum Muslim yang dulu gemetar ketakutan hanya alasannya berpikir akan menghadapi kaum Muslim yang dipimpin oleh seorang khalifah yang gagah berani, kini justru berani dan lancang menodai tempat-tempat suci kaum Muslim dan melecehkan insan paling mulia, Sayidina Muhammad saw. Semua itu didengar dan dilihat pribadi oleh para penguasa Muslim yang tetap membisu saja kolam patung meski mereka memegang kekuasaan atas umat yang paling besar di dunia ini, mempunyai militer paling besar dan kekayaan terbanyak di antara umat-umat yang ada.
Tentara kaum Muslim seharusnya dipimpin oleh seorang khalifah untuk membebaskan negeri-negeri kaum Muslim yang diduduki dan meluaskan kekuasaan kaum Muslim ke negeri-negeri lain dengan pembebasan dan keadilan. Namun, bukan menyerupai itu yang terjadi dikala ini. Saat ini kaum Muslim di negeri-negeri Islam justru dipimpin oleh antek-antek Amerika yang pengecut.
Pemerintah kaum Muslim, kala mereka mempunyai Khalifah dulu, telah menciptakan Dunia Islam makmur hingga menciptakan Barat, khususnya Inggris dikala itu, merasa iri dan “ngiler.” Sebaliknya, setelah negeri-negeri Islam berada di bawah cengkeraman Kapitalisme, Dunia Islam karam di dalam krisis ekonomi yang terjadi silih berganti.
Khilafah: Mercusuar Segala Kebaikan
Sungguh, sistem pemerintahan dalam Islam yakni sistem Khilafah, bukan yang lain. Inilah sistem pemerintahan yang telah diwajibkan oleh Rasululah saw., menjadi ijmak Sahabat ridhwanallah ‘alaihim serta dipraktikkan oleh Khulafaur Rasyidin dan para khalifah sesudahnya. Khilafahlah yang menjaga agama, kehormatan, jiwa dan harta manusia; menjaga perbatasan; menghilangkan kendala dan penghalang yang berusaha menghalangi sampainya risalah Islam sehingga kalimat Allah dijunjung tinggi di muka bumi ini.
Khalifahlah yang benar-benar menjadi pemelihara bagi kaum Muslim. Khalifahlah penjaga sejati wilayah Islam dan pelindung hakiki kaum Muslim dari setiap serangan musuh. Khalifahlah yang mengemban Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad dengan tetap menjaga kemuliaan, keadilan dan kebaikan.
Kaum Muslim di bawah naungan Khilafah benar-benar dapat mencicipi kehidupan yang mulia dan terhormat. Mereka diselimuti perasaan kondusif dan nyaman, kewajaran dan keadilan, serta kemakmuran dan sejahtera. Saking makmur dan sejahtera, pernah ada suatu masa dikala tidak ada lagi rakyat yang mau mengambil zakat, alasannya semua merasa telah kaya! Hal itu pernah terjadi pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Beliau pun pernah menulis surat kepada amilnya (kepala daerah) di Samarkand, Sulaiman bin Abi as-Samri: “Hendaklah kau membangun beberapa penginapan di wilayahmu. Jika ada di antara kaum Muslim yang melewati wilayahmu maka biarkan mereka tinggal sehari semalam dan uruslah kendaraannya. Jika ia masih punya alasan untuk tinggal maka biarkan ia tinggal sehari dua malam. Jika ada seseorang yang kehabisan bekal maka berilah ia harta yang cukup untuk hingga ke tempat tempat tinggalnya.”
Bukankah ini sebuah bentuk pengurusan rakyat yang sesungguhnya? Apakah mungkin itu terjadi tanpa Khalifah yang mempunyai kekuasaan untuk menerapkan Islam, sebagaimana dikala ini?
Khilafah pun senantiasa menjaga wilayah Islam dan kaum Muslim. Lupakah kaum Muslim dengan dongeng Khalifah al-Mu’tashim Billah, ketika seorang Muslimah yang dizalimi oleh seorang Romawi meminta pertolongannya, “Wahai Mu’tashim, di manakah engkau!”
Berita itu hingga kepadanya pada malam hari. Beliau tidak menunggu hingga pagi. Beliau segera berangkat memimpin sendiri pasukannya. Sesampainya di Amuria, dia meminta biar orang Romawi pelaku kezaliman itu diserahkan untuk di-qishash. Saat penguasa Romawi menolaknya, dia pun menyerang kota, menghancurkan benteng pertahanannya dan menerobos pintu-pintunya hingga menaklukannya.
Lupakah kaum Muslim dengan perilaku Harun ar-Rasyid terhadap Nakfur Raja Romawi yang telah merusak perjanjian yang diadakan dengan kaum Muslim dan perilaku permusuhannya terhadap kaum Muslim? Saat itu Ar-Rasyid mengirim surat kepada Nakfur, yang isinya: “Dari Harun, Amirul Mukminin, kepada Nakfur, anjing Romawi. Jawaban atas perilaku permusuhanmu yakni apa yang akan kau lihat, bukan apa yang akan kau dengar.”
Nakfur pun benar-benar dapat melihat tentara kaum Muslim, ketika mereka masih di perbatasan Romawi, sebelum surat ar-Rasyid hingga kepadanya.
Khilafah juga mengemban Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad demi kemuliaan, keadilan dan kebaikan. Lihatlah banyak sekali pembebasan yang telah menyebarluaskan Islam dan membersihkan semua bentuk kezaliman yang terjadi di banyak sekali penjuru dunia semenjak masa Rasulullah saw., Khulafaur Rasyidin dan para Khalifah sesudahnya. Semua itu merupakan mencusuar kebaikan di dunia. Hanya dalam satu masa saja Islam telah tersebar luas dan kekuasaan Islam mencakup negeri-negeri Arab, Syam, Irak, Mesir, Afrika Utara, Andalusia, Bukhara dan Samarkand, Sind, India, dan wilayah barat bahari India (Pakistan pecahan Barat). Islam terus menyebar hingga hingga di Asia Tenggara dan menyinari Indonesia. Selanjutnya, banyak sekali penaklukkan meluas hingga ke Asia Kecil, menaklukkan Konstantinopel dan Balkan; serta banyak lagi wilayah di muka bumi ini. Khilafah benar-benar menyandang kebesaran dan keagungan.
Khilafah juga menjadi mercusuar ilmu pengetahuan dan gudang para ulama dan ilmuwan. Ketika itu kaum Muslim menjadi umat yang pertama dan terkemuka dalam bidang fisika, kimia, matematika dan astronomi. Negeri-negeri kaum Muslim menjadi sentra ilmu pengetahuan sehingga banyak pelajar berdatangan dari negara-negara Barat untuk mendapat ilmu pengetahuan di lembaga-lembaga pendidikan di Baghdad dan Andalusia.
Semua keagungan itu tetap ada dan terpelihara hingga Khilafah lenyap pada hari yang menyakitkan, yaitu 28 Rajab 1342 H, 89 tahun lalu. Sejak dikala itulah, umat Islam yang dulunya jago dan kuat, kini menjadi santapan enak yang menjadi rebutan banyak sekali umat, persis yang digambarkan di dalam sabda Rasul saw.
Begitu terang perbedaan kondisi kita ketika pada masa Khilafah dan ketika lenyapnya Khilafah. Tidakkah semua itu mendorong kita untuk bersungguh-sungguh dalam usaha untuk mengembalikan Khilafah, yang tidak lain merupakan salah satu kewajiban utama dalam Islam? Tentu, kita semua wajib bersegera dalam melaksanakan usaha yang serius dan sungguh-sungguh untuk menegakkan kembali Khilafah ini. Marilah kita bersegera menyambut akad Allah SWT:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal salih di antara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan mengakibatkan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah mengakibatkan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa; akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka; dan benar-benar akan menukar (keadaan) mereka sehabis mereka berada dalam ketakutan menjadi kondusif sentosa (QS an-Nur [24]: 55).
Marilah kita segera menyongsong basyirah Rasulullah saw.:
« ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ »
Selanjutnya akan tiba kembali Khilafah menurut metode kenabian (HR Ahmad)
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com